PT BIM-PPS Bersama Pemerintah dan Masyarakat Tanam Mangrove di Pesisir Paser

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Aksi pelestarian hutan mangrove oleh PT BIM-PPS bersama Pemkab Paser dan masyarakat setempat di kawasan pesisir Desa Lori. (Foto : Dok BIM-PPS)
Aksi pelestarian hutan mangrove oleh PT BIM-PPS bersama Pemkab Paser dan masyarakat setempat di kawasan pesisir Desa Lori. (Foto : Dok BIM-PPS)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PT BIM-PPS Bersama Pemerintah dan Masyarakat Tanam Mangrove di Pesisir Paser

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Aksi pelestarian hutan mangrove oleh PT BIM-PPS bersama Pemkab Paser dan masyarakat setempat di kawasan pesisir Desa Lori. (Foto : Dok BIM-PPS)
Aksi pelestarian hutan mangrove oleh PT BIM-PPS bersama Pemkab Paser dan masyarakat setempat di kawasan pesisir Desa Lori. (Foto : Dok BIM-PPS)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

PT BIM-PPS Bersama Pemerintah dan Masyarakat Tanam Mangrove di Pesisir Paser

Aksi pelestarian hutan mangrove oleh PT BIM-PPS bersama Pemkab Paser dan masyarakat setempat di kawasan pesisir Desa Lori. (Foto : Dok BIM-PPS)

Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin 

TANA PASER - Kawasan pesisir Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu tempat strategis untuk melangsungkan giat menanam pohon bakau sebagai upaya pelestarian hutan mangrove.

Hal mendasar tersebut menjadi alasan PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS) untuk mendukung pelestarian ekosistem pesisir, sekaligus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat dan dunia pendidikan.

Aksi pelestarian hutan mangrove dilaksanakan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser, Pemerintah Desa Lori, Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), serta guru dan siswa SMP Negeri 2 Tanjung Harapan.

Puluhan orang ikut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 tersebut. 

Di atas lahan seluas sekitar satu hektar itu, menjadi saksi dukungan berbagai instansi terhadap program rehabilitasi kawasan pesisir Bumi Daya Taka.

Langkah ini menuai apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Paser, Ariza Galih.

"Kami mengapresiasi komitmen BIM-PPS yang telah mengambil bagian dalam gerakan pelestarian mangrove ini. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir,” kata Ariza Galih.

Dengan giat ini juga, Ariza Galih mengharapkan kolaborasi yang sudah terbangun dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan hidup di Paser.

Kepala Desa Lori, Sudarmono menambahkan, sebuah harapan besar bagi masyarakat, mangrove yang ditanam dapat menjaga kestabilan kawasan pesisir, mengurangi abrasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Lori di masa mendatang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BIM-PPS yang telah memilih Desa Lori sebagai lokasi kegiatan penanaman mangrove dalam rangka Hari Mangrove Sedunia. Kegiatan ini tentu adalah bentuk kepedulian nyata perusahaan terhadap kelestarian lingkungan desa kami,” tutur Sudarmono.

Manajemen PT BIM, Sugeng Pambudi menuturkan, Hari Mangrove Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, perusahaan ingin berkontribusi secara nyata dalam menjaga ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta mendukung keberlangsungan sumber daya alam bagi generasi yang akan datang,” ujar Sugeng

“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin bersama pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” sambungnya.

Keberhasilan pelestarian lingkungan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan harapan, setiap bibit yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik, menjadi pelindung kawasan pesisir, sekaligus memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat sekitar pada masa mendatang.

Bagi BIM-PPS, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Keberadaan mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami kawasan pesisir, habitat berbagai biota, serta penyerap karbon yang juga berperan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat, kelompok peduli lingkungan, dan dunia pendidikan, PT BIM berharap setiap mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat dalam jangka panjang.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen "Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia", yang diwujudkan melalui kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas imbauan DLH Paser dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 yang mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang." Melalui aksi tersebut.

PT BIM turut mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ekosistem mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir sekaligus penyerap karbon yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim.

Selain menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, keterlibatan para pelajar dalam kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

“Bagi PT BIM, pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tandasnya.