Banner ADV

DPRD Bontang Minta Fasilitas HOP 1 Dilengkapi, Usulkan Panggung Kreasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Bontang Minta Fasilitas HOP 1 Dilengkapi, Usulkan Panggung Kreasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Bontang Minta Fasilitas HOP 1 Dilengkapi, Usulkan Panggung Kreasi

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – DPRD Kota Bontang meminta pembangunan kawasan HOP 1 tidak berhenti pada penyelesaian sarana olahraga.

Kelengkapan fasilitas dinilai perlu menjadi perhatian agar kawasan tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan hal itu saat meninjau progres pembangunan HOP 1 bersama Komisi C DPRD Bontang, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, pembangunan dengan anggaran sekitar Rp17 miliar pada tahun ini belum mencakup seluruh kebutuhan kawasan.

Untuk itu, pemerintah diminta menyusun prioritas pembangunan secara matang agar fasilitas yang dibangun saat ini tidak perlu dibongkar atau disesuaikan kembali ketika pengembangan tahap berikutnya dilakukan.

“Dari penyampaian PUPRK, Rp17 miliar ini memang belum membuat kawasan ini rampung seluruhnya. Karena itu, kami melihat mana yang menjadi prioritas untuk menyelesaikan kawasan ini,” kata Andi Faizal.

Ia menilai HOP 1 memiliki peluang dikembangkan sebagai ruang publik multifungsi. 

Selain olahraga, kawasan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan komunitas, seni, sosial dan aktivitas masyarakat lainnya.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian DPRD yakni panggung kreasi. Fasilitas tersebut belum termasuk dalam pekerjaan pembangunan tahun ini.

Andi Faizal meminta PUPRK mengkaji kemungkinan memasukkan pembangunan panggung kreasi sebagai prioritas, termasuk melihat peluang pengalihan kegiatan apabila terdapat pekerjaan yang dapat ditunda.

“Kalau memang panggungnya lebih penting, kita minta dikaji apakah ada kegiatan yang bisa dialihkan. Soal mekanisme dan aturannya, itu ranah PUPRK untuk mengkaji,” ujarnya.

DPRD juga menekankan aspek pengawasan terhadap kualitas pekerjaan. Andi Faizal mengatakan pengawasan tidak cukup hanya melihat capaian fisik, tetapi harus memastikan hasil pembangunan sesuai dengan desain dan perencanaan yang telah ditetapkan.

“Kami pastikan bukan hanya progresnya sesuai target, tetapi hasil pembangunannya juga harus sesuai dengan perencanaan. Jangan sampai gambarnya bagus, tapi hasil akhirnya tidak sesuai,” tegasnya.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan PUPRK Bontang, Robysai Manassa Malisa menjelaskan, paket pekerjaan HOP 1 tahun ini juga mencakup pemeliharaan Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM).

“Anggaran juga include dengan pemeliharaan RKM. Tahun depan kami usulkan juga pembangunan panggung kreasi,” kata Robysai.

Adapun pekerjaan yang berjalan tahun ini meliputi pembangunan pagar, taman, lapangan voli, jalan keliling, area parkir, toilet, jogging track, pemasangan andesit, serta penyempurnaan Gedung RKM.

Proyek yang dikerjakan PT Gariyan Alfath Saguna dengan nilai kontrak sekitar Rp17 miliar tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026. Saat DPRD melakukan peninjauan, progres fisik tercatat sekitar 22 persen.

PUPRK memastikan pelaksanaan pembangunan tetap mengacu pada desain yang telah ditetapkan dan ditargetkan selesai sesuai masa kontrak.

DPRD berharap pengembangan HOP 1 dilakukan dengan perencanaan yang berkelanjutan sehingga setiap tahapan pembangunan dapat saling terhubung dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran di kemudian hari. (Adv)