Banner ADV

Pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas Bakal Beralih ke Perusda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas Bakal Beralih ke Perusda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas Bakal Beralih ke Perusda

Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Wacana pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas oleh Perusahaan Umum Daerah (Perusda) mendapat respons positif dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau. 

Langkah tersebut dinilai berpotensi membuat pengelolaan pasar lebih profesional sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan wacana pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas oleh perusda sejauh ini masih sebatas gagasan yang belum dibahas secara resmi dalam forum lanjutan.

Menurutnya, gagasan tersebut sebelumnya muncul dari kalangan DPRD Berau yang menilai pengelolaan pasar dapat diserahkan kepada Perusda. 

Diskoperindag, kata Eva, menyambut positif apabila wacana tersebut nantinya benar-benar ditindaklanjuti.

“Kalau kami merespons positif karena memang sebaiknya pengelolaan ini bisa dilakukan oleh pihak ketiga. Mau itu perusda ataupun dikerjasamakan dengan pihak swasta, sehingga pengelolaannya betul-betul bisa dilakukan secara profesional,” ujar Eva.

Eva mengungkapkan, sejak dipercaya memimpin Diskoperindag Berau, salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah bagaimana mengoptimalkan pengelolaan aset dan sumber penerimaan daerah.

Pasar Sanggam Adji Dilayas menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih maksimal.

Namun, ia menilai pengelolaan pasar secara mandiri oleh Diskoperindag memiliki tantangan tersendiri. 

Selain mengurus pasar, Diskoperindag juga memiliki cakupan tugas yang cukup luas dengan berbagai urusan pemerintahan yang harus ditangani.

“Dengan beban kerja Diskoperindag yang sedemikian besarnya, kami menangani bahkan sampai empat atau lima kementerian. Kalau harus mengelola pasar sedemikian rupa, tentu tidak akan maksimal,” katanya.

Untuk itu, kata Eva, jika pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas dapat dialihkan kepada badan usaha yang memiliki kapasitas khusus dalam mengelola usaha, maka potensi pasar tersebut bisa dikembangkan lebih optimal. 

Selain aspek pelayanan, pengelolaan secara profesional juga diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Meski demikian, Eva menegaskan belum ada keputusan resmi mengenai pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas oleh perusda, masih diperlukan pembahasan serta langkah lanjutan dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menentukan pola pengelolaan yang paling tepat.

“Ini masih wacana. Mudah-mudahan nanti betul-betul ditindaklanjuti. Kalau memang pimpinan mengarahkan ke sana, kami siap menyiapkan data dan melakukan langkah-langkah selanjutnya,” pungkasnya. (Adv)