Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Warga yang melintas di Jembatan Achmad Amins, penghubung Kecamatan Sambutan dan Palaran, Kota Samarinda masih harus menunggu hingga proses pengadaan rampung untuk mendapatkan kembali penerangan di kawasan tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan perbaikan penerangan jembatan tersebut mulai dikerjakan pada September 2026.
Penerangan di jembatan tersebut sebelumnya mengalami gangguan setelah kabel lampu tematik dicuri.
Kondisi itu membuat sejumlah fasilitas penerangan tidak dapat berfungsi dan memerlukan pengadaan baru untuk mengembalikannya seperti semula.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan saat ini tahapan perbaikan masih berada pada proses persiapan lelang.
Dokumen administrasi tengah disiapkan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) sebelum paket pekerjaan diumumkan.
“Anggarannya tersedia, masih persiapan tahap lelang,” kata Manalu, Selasa (11/8/2026).
Setelah dokumen administrasi selesai, proses lelang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Untuk itu, Dishub menargetkan paket pekerjaan dapat tayang pada Agustus dan dilanjutkan dengan pekerjaan fisik pada September.
Perbaikan nantinya mencakup sejumlah komponen pendukung penerangan yang mengalami kerusakan atau hilang, termasuk instalasi kabel, box panel hingga lampu.
Ia menegaskan, ketersediaan anggaran bukan menjadi kendala dalam pekerjaan tersebut.
Ia menyampaikan, pemkot telah menyiapkan anggaran sekitar Rp900 juta untuk pekerjaan tersebut. Proses pengadaan sempat menyesuaikan dengan adanya pergeseran anggaran pada Mei hingga Juni.
Perbaikan tetap harus mengikuti tahapan pengadaan sebelum kontraktor dapat mulai bekerja di lapangan.
Dishub berharap seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal sehingga penerangan di Jembatan Achmad Amins dapat kembali berfungsi sebelum akhir 2026.
“Targetnya Agustus ini sudah tayang lelang,” pungkasnya.


