80 Persen Karhutla di Kukar Dipicu Aktivitas Manusia, 36 Titik Sudah Terbakar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

80 Persen Karhutla di Kukar Dipicu Aktivitas Manusia, 36 Titik Sudah Terbakar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

80 Persen Karhutla di Kukar Dipicu Aktivitas Manusia, 36 Titik Sudah Terbakar

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyusul puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

Hingga Rabu (12/8/2026) hari ini, BPBD Kukar mencatat sedikitnya 36 titik kebakaran yang tersebar di sejumlah wilayah. Dari catatan penanganan di lapangan, kejadian kebakaran telah terjadi di 14 kecamatan di Kukar.

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi mengatakan kondisi kemarau mulai memasuki fase puncak sejak awal Agustus. Berdasarkan prediksi yang diterima BPBD, kondisi kering masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Prediksi musim kemarau dimulai dari 8 Agustus, ini sudah menuju ke puncak,” kata Aspianur.

Ia menjelaskan, kondisi kemarau diperkirakan mengalami sedikit penurunan pada September, namun kemudian kembali meningkat sebelum akhirnya berangsur berakhir.

“September ini mungkin ada agak turun, kemudian naik lagi. Akhirnya baru turun kemungkinan di November. Jadi, Oktober itu akhir dari musim kemarau, baru berangsur turun pada November dan Desember,” jelasnya.

Menurut Aspianur, Agustus menjadi periode yang paling perlu diwaspadai karena merupakan puncak musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat potensi kebakaran semakin tinggi dan api lebih mudah meluas.

BPBD Kukar juga telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Pemetaan tersebut dilakukan dengan mengombinasikan data dari BMKG, laporan masyarakat, serta hasil penanganan kejadian di lapangan.

“Wilayah rawan, kalau tadi saya sebutkan, data saya kombinasi dengan kawan-kawan BMKG. Saya sendiri berdasarkan hasil laporan, hasil laporan dan penanganan,” ungkap Aspianur.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian untuk terjadi kebakaran di antaranya Muara Badak, Sanga-Sanga, Muara Jawa, Samboja, Marangkayu, Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong, Samboja Barat, Tenggarong Seberang dan Muara Kaman.

Dengan kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan, agar tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan selama musim kemarau.

Aspianur menyebut faktor manusia masih menjadi penyebab dominan terjadinya kebakaran. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar serta pembakaran sampah sembarangan menjadi beberapa penyebab yang paling sering ditemukan.

“Rata-rata hampir 80 persen karena ada aktivitas pembukaan lahan, kemudian membakar sampah sembarangan. Ada juga faktor lainnya karena memang faktor alam,” pungkasnya.

BPBD Kukar pun terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap setiap laporan kebakaran yang muncul. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum api meluas.