Viral Iuran Rp50 Ribu per Anak untuk Lomba Agustusan di Balikpapan, Ketua RT 06 Klandasan Ulu Pilih Iuran per KK

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Ketua RT 06 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Siti Aminah. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ketua RT 06 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Siti Aminah. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Viral Iuran Rp50 Ribu per Anak untuk Lomba Agustusan di Balikpapan, Ketua RT 06 Klandasan Ulu Pilih Iuran per KK

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Ketua RT 06 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Siti Aminah. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ketua RT 06 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Siti Aminah. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Viral Iuran Rp50 Ribu per Anak untuk Lomba Agustusan di Balikpapan, Ketua RT 06 Klandasan Ulu Pilih Iuran per KK

Ketua RT 06 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Siti Aminah. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Polemik pungutan Rp50 ribu per anak untuk mengikuti lomba 17 Agustusan yang ramai diperbincangkan di media sosial mendapat perhatian dari Ketua RT 06 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Siti Aminah.

Berbeda dengan pungutan yang ramai dipersoalkan tersebut, Siti Aminah memilih menerapkan sistem partisipasi warga sebesar Rp50 ribu per Kartu Keluarga (KK) untuk mendukung pelaksanaan kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungannya.

Menurutnya, iuran untuk kegiatan masyarakat tidak seharusnya menjadi beban, apalagi sampai membuat anak tidak bisa mengikuti perlombaan hanya karena orang tuanya sedang mengalami kesulitan ekonomi.

"Kalau saya juga mengambil iuran kepada warga untuk ikut berpartisipasi, minimal Rp50 ribu. Tapi kita lihat kondisi penghasilan setiap warga kan berbeda. Kalau dia semampunya memberi segitu dan sudah memberikan penjelasan bahwa tidak mampu, ya kita sebagai RT harus bijak," kata Siti, Rabu (12/8/2026).

Ia menilai Ketua RT harus memahami kondisi warganya. Sebab, RT merupakan pihak yang paling mengetahui kehidupan dan kemampuan ekonomi masyarakat di lingkungannya.

Apabila terdapat warga yang tidak mampu memenuhi nominal partisipasi yang telah disepakati, seharusnya ada kebijakan yang bisa diambil tanpa harus mengorbankan kesempatan anak-anak untuk mengikuti perlombaan.

"Kalau memang aturannya harus Rp50 ribu, tapi warga hanya mampu Rp30 ribu, ya kita bisa ambil kebijakan. Kalau perlu kita tambahkan kekurangannya supaya tidak menjadi kisruh," ujarnya.

Siti menegaskan, kegiatan perayaan kemerdekaan semestinya tidak menjadi ajang untuk menyulitkan warga. 

Terlebih, tujuan utama pelaksanaan lomba dan berbagai kegiatan 17 Agustusan adalah mempererat silaturahmi sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

"Yang tahu kemampuan masyarakatnya itu RT setempat. Yang tahu kondisi keuangan dan keseharian warganya juga RT. Jadi kita harus bisa mengambil kebijakan. Yang penting kita tidak menyulitkan siapa pun," tegasnya.

Di lingkungan RT 06 Klandasan Ulu, Siti menerapkan pola berbeda. Partisipasi warga dipatok minimal Rp50 ribu untuk satu KK, bukan berdasarkan jumlah anak yang akan mengikuti perlombaan.

"Di tempat saya, partisipasinya Rp50 ribu satu KK. Bukan per anak. Anak-anak itu 'kan untuk meramaikan kegiatan. Sekarang kita punya uang, tapi kalau tidak ada yang mau ikut lomba, ya percuma juga," katanya.

Menurutnya, dana yang terkumpul dari warga nantinya digunakan kembali untuk kepentingan kegiatan di lingkungan tersebut, mulai dari pelaksanaan lomba hingga penyediaan hadiah bagi para peserta.

"Dari warga kembali ke warga. Kami ini cuma wadah untuk menampung dan membelanjakan untuk ikut memeriahkan HUT RI," ujarnya.

Siti mengatakan, sistem partisipasi tersebut telah disampaikan kepada warga melalui edaran yang dibagikan langsung dari rumah ke rumah. Cara itu dipilih agar seluruh warga mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan.

Meski demikian, ia menegaskan tetap ada ruang kebijakan bagi warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

"Kalau memang dia tidak mampu dan cuma ada Rp30 ribu, ya yang penting kegiatan ini semua berjalan. Tidak usah hal-hal kecil seperti itu menjadi besar. Kita harus bijak menyikapi semua itu," katanya.

Adapun sejumlah kegiatan yang disiapkan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI di lingkungan RT 06 Klandasan Ulu antara lain lomba domino, jalan santai, serta berbagai perlombaan yang melibatkan warga dan anak-anak.

Siti berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana silaturahmi dan kebersamaan warga.

"Niatnya untuk silaturahmi dan yang penting meriah. Setiap kegiatan juga harus kita kasih apresiasi dengan hadiah. Intinya, dari warga kembali ke warga," pungkasnya.