Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda untuk 2027 diusulkan meningkat menjadi sekitar Rp1,3 triliun. Angka tersebut naik sekitar Rp100 miliar dari target sebelumnya yang dipatok Rp1,2 triliun. Kenaikan target tersebut merupakan usulan dari DPRD Kota Samarinda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan usulan tersebut menjadi dorongan agar pemerintah kota (pemkot) dapat bekerja lebih optimal dalam menggali potensi pendapatan daerah.
Menurutnya, Pemkot Samarinda menyambut positif usulan tersebut. Ia menilai kenaikan target PAD menunjukkan adanya dorongan dari DPRD agar pemerintah tidak hanya menggunakan capaian tahun sebelumnya sebagai patokan.
Andi Harun mengatakan pemerintah akan berupaya memenuhi target tersebut terlebih dahulu. Jika dalam pelaksanaannya terdapat kondisi yang membutuhkan penyesuaian, evaluasi dapat dilakukan melalui APBD Perubahan 2027.
“Saya kira kita ambil sisi positifnya, artinya di balik usulan kenaikan sekitar Rp100 miliar itu ada keinginan DPRD agar pemerintah bekerja lebih giat lagi, jangan terlalu sama dengan tahun lalu,” ujar Andi Harun, Rabu (12/8/2026).
Meski target PAD dinaikkan, Andi Harun menegaskan peningkatan pendapatan daerah tidak boleh dilakukan dengan menambah beban masyarakat. Terlebih, kondisi daya beli masyarakat saat ini masih menjadi pertimbangan pemerintah.
Ia mencontohkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak menjadi pilihan. Pemerintah justru akan mencari sumber-sumber pendapatan yang dapat meningkatkan PAD tanpa menekan masyarakat.
Menurut Andi Harun, Samarinda juga mulai mengalami pergeseran karakteristik sumber penerimaan daerah. Jika sebelumnya perekonomian banyak dipengaruhi sektor pertambangan dan sumber daya alam, kini sektor konstruksi, jasa dan perdagangan mulai memberikan kontribusi yang lebih besar.
Ia menilai pergeseran tersebut menjadi modal bagi Samarinda untuk membangun struktur ekonomi yang lebih berkelanjutan dan tidak bergantung pada sumber daya alam.
“Hasilnya memang tidak ada yang instan. Tapi bergesernya karakteristik pendapatan daerah Kota Samarinda itu justru menunjukkan usia ekonomi jangka panjang,” pungkasnya.


