Dari Laut hingga Sejarah, Berau Punya Potensi Lengkap untuk Pariwisata

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati berau saat membuka Rapat Koordinasi Peembangunan dan Pengembangan Pariwisata 2026 yang digelar di Ruang RPJPD BAPPERIDA Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati berau saat membuka Rapat Koordinasi Peembangunan dan Pengembangan Pariwisata 2026 yang digelar di Ruang RPJPD BAPPERIDA Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dari Laut hingga Sejarah, Berau Punya Potensi Lengkap untuk Pariwisata

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati berau saat membuka Rapat Koordinasi Peembangunan dan Pengembangan Pariwisata 2026 yang digelar di Ruang RPJPD BAPPERIDA Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati berau saat membuka Rapat Koordinasi Peembangunan dan Pengembangan Pariwisata 2026 yang digelar di Ruang RPJPD BAPPERIDA Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dari Laut hingga Sejarah, Berau Punya Potensi Lengkap untuk Pariwisata

Bupati berau saat membuka Rapat Koordinasi Peembangunan dan Pengembangan Pariwisata 2026 yang digelar di Ruang RPJPD BAPPERIDA Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai memperkuat strategi menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. 

Bukan hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan, pengembangan ke depan diarahkan agar potensi wisata mampu membuka lapangan kerja sekaligus memperluas sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Arah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata 2026 yang digelar di Ruang RPJPD BAPPERIDA Berau. Forum ini menjadi bagian dari penyusunan langkah pengembangan pariwisata yang dinilai memiliki peluang besar untuk menopang perekonomian daerah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan Berau memiliki modal yang cukup lengkap untuk membangun sektor pariwisata. Tidak hanya mengandalkan wisata bahari, daerah ini juga memiliki kekayaan hutan, hasil bumi hingga peninggalan sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

“Potensi ini harus dikelola secara serius dan terintegrasi agar Berau mampu memiliki daya saing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia,” ucapnya.

Ia menilai pengembangan pariwisata tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Pelaku usaha, masyarakat, komunitas, hingga sektor swasta perlu terlibat agar potensi yang dimiliki Berau dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

Salah satu yang mulai mendapat perhatian adalah produk lokal yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata. Olahan cokelat Berau, misalnya, dinilai memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas. Begitu pula batik lokal dengan beragam motif dan teknik pengolahan yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

Sri menyebut penguatan pariwisata juga menjadi penting di tengah kondisi efisiensi dan kebutuhan daerah mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru. 

“Ketergantungan terhadap sektor industri, termasuk pertambangan, perlu diimbangi dengan sektor ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

“Kalau ekonomi bertumbuh melalui pariwisata, maka kesejahteraan masyarakat akan terjamin melalui lapangan kerja yang terbuka,” tambahnya.

Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Pemkab Berau menargetkan sektor pariwisata tidak sekadar menjadi tujuan kunjungan, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi baru yang menghubungkan destinasi, produk lokal, UMKM dan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pun dinilai menjadi kunci agar cita-cita menjadikan Berau sebagai salah satu lumbung pariwisata di Kalimantan Timur dapat segera diwujudkan.