Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau menjadikan Wonderful Indonesia Festival 2026 sebagai momentum untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan.
Kegiatan yang digelar di Dewan Masyarakat Tawau tersebut memperkenalkan beragam potensi Indonesia kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di Sabah. Mulai dari seni tradisional, musik Nusantara, busana batik hingga produk unggulan dalam negeri ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Festival itu juga menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah kerja KRI Tawau.
Berbagai pertunjukan seni tari tradisional dan musik Nusantara mewarnai kegiatan. Peragaan busana batik karya perancang Indonesia, Dian Pelangi, turut menjadi bagian dari acara. Para tamu juga mendapat kesempatan mengenal produk kecantikan unggulan Indonesia melalui pembagian sampel.
Kepala KRI Tawau, Dino Nurwahyudin, mengatakan Wonderful Indonesia Festival merupakan bagian dari upaya Pemerintah Indonesia memperkenalkan potensi Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Wonderful Indonesia merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia untuk mempromosikan keindahan alam, budaya, dan produk-produk Indonesia, termasuk kuliner kepada masyarakat dunia,” ujar Dino.
Menurutnya, penyelenggaraan festival di Tawau memiliki arti strategis karena wilayah tersebut memiliki kedekatan geografis dan historis dengan Indonesia. Kondisi itu, kata dia, perlu terus diperkuat melalui komunikasi dan interaksi masyarakat kedua negara.
Dino menilai hubungan Indonesia dan Malaysia tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui interaksi langsung di antara masyarakat.
“Interaksi antar-elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan generasi muda merupakan investasi berharga bagi hubungan dan kerja sama negara serumpun yang semakin erat dari masa ke masa,” katanya.
Selain diplomasi kebudayaan, KRI Tawau memanfaatkan festival tersebut untuk mendorong peningkatan hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia.
Salah satunya melalui ajakan kepada pelaku usaha di Sabah untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 14–18 Oktober 2026.
Malaysia menjadi salah satu negara dengan transaksi terbesar dalam TEI 2025. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang yang perlu kembali dimanfaatkan untuk memperluas hubungan perdagangan kedua negara.
KRI Tawau bahkan menyiapkan forum pembekalan teknis bagi calon peserta dari Sabah yang direncanakan berlangsung pada September 2026. Forum tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami peluang dan mekanisme keikutsertaan dalam TEI 2026.
Penguatan kerja sama ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan tingginya mobilitas masyarakat Indonesia dan Malaysia, terutama dalam sektor pariwisata.
Sepanjang 2025, Malaysia tercatat sebagai negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Indonesia dengan 2,65 juta kunjungan atau sekitar 17,2 persen dari total kunjungan wisatawan asing. Pada periode yang sama, jumlah warga negara Indonesia yang berkunjung ke Malaysia mencapai 2,70 juta orang.
Tingginya mobilitas tersebut juga mendorong KRI Tawau untuk terus memperjuangkan peningkatan konektivitas antarkedua wilayah.
Salah satu yang didorong ialah reaktivasi penerbangan langsung rute Tawau–Tarakan.
Jalur udara tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam memangkas waktu perjalanan masyarakat. Jika melalui jalur laut, perjalanan Tawau-Tarakan dapat memerlukan waktu sekitar empat hingga – lima jam. Sementara melalui penerbangan langsung, waktu tempuh diperkirakan hanya sekitar 30–60 menit.
Bagi KRI Tawau, penguatan hubungan Indonesia-Malaysia di wilayah perbatasan tidak cukup hanya dilakukan melalui kerja sama formal. Pertukaran budaya, peningkatan hubungan antarmasyarakat, serta perluasan jejaring ekonomi menjadi bagian penting dari diplomasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui Wonderful Indonesia Festival 2026, KRI Tawau kembali menegaskan peran diplomasi budaya dan ekonomi sebagai instrumen untuk mempererat hubungan kedua negara sekaligus mengoptimalkan potensi kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.


