Penumpang KM Bukit Siguntang Diduga Melompat ke Laut, Tim SAR Sisir Perairan Balikpapan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Basarnas melakukan penyisiran di perairan Balikpapan, Kamis (13/8/2026). (Foto: Basarnas Balikpapan)
Basarnas melakukan penyisiran di perairan Balikpapan, Kamis (13/8/2026). (Foto: Basarnas Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Penumpang KM Bukit Siguntang Diduga Melompat ke Laut, Tim SAR Sisir Perairan Balikpapan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Basarnas melakukan penyisiran di perairan Balikpapan, Kamis (13/8/2026). (Foto: Basarnas Balikpapan)
Basarnas melakukan penyisiran di perairan Balikpapan, Kamis (13/8/2026). (Foto: Basarnas Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Penumpang KM Bukit Siguntang Diduga Melompat ke Laut, Tim SAR Sisir Perairan Balikpapan

Basarnas melakukan penyisiran di perairan Balikpapan, Kamis (13/8/2026). (Foto: Basarnas Balikpapan)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Seorang penumpang laki-laki KM Bukit Siguntang diduga melompat dari kapal saat pelayaran dari Balikpapan, Kaltim menuju Parepare, Sulsel, Kamis (13/8/2026) pagi. 

Tim SAR Gabungan pun dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar Buoy 9, perairan Balikpapan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 05.40 WITA dari Kepanduan Balikpapan melalui radio.

Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00 WITA, ketika KM Bukit Siguntang tengah dalam perjalanan dengan rute Balikpapan-Parepare.

Setelah mengetahui adanya penumpang yang diduga terjatuh atau melompat ke laut, awak kapal sempat melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian. 

Informasi tersebut kemudian diteruskan melalui Vessel Traffic Service (VTS) Balikpapan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita mengatakan setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pelapor dan unsur terkait sebelum mengerahkan personel menuju lokasi.

"Setelah menerima informasi, kami langsung melakukan koordinasi dan mengerahkan Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan menggunakan satu unit RBB berukuran 12 meter dari Pelabuhan Somber menuju lokasi kejadian. Jarak lokasi sekitar 5,5 nautical mile dari Pelabuhan Somber dan saat ini tim sudah berada di lokasi untuk melaksanakan pencarian," jelas Endrow dalam keterangan videonya.

Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan bergerak menuju lokasi pada pukul 05.55 WITA menggunakan satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB).

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dengan radius sekitar 1 Nautical Mile dari titik lokasi kejadian. 

Pencarian dilakukan dengan memperhatikan kondisi perairan serta padatnya aktivitas kapal di jalur pelayaran tersebut.

Selain itu, tim juga menerima informasi dari salah satu kapal tugboat yang melintas di sekitar lokasi pada pagi hari.

Awak kapal tugboat tersebut dilaporkan sempat melihat seseorang dalam kondisi terapung di laut. 

Namun akibat kondisi gelombang yang cukup tinggi, sekitar satu hingga 1,5 meter, korban tidak sempat dievakuasi dan kemudian hilang dari pandangan.

"Kami juga menerima informasi dari salah satu tugboat yang melintas pada pagi hari bahwa awak kapal tersebut sempat melihat seseorang dalam kondisi terapung. Tapi karena kondisi gelombang yang cukup tinggi, sekitar datu hingga 1,5 meter, korban tidak sempat dievakuasi dan kemudian tidak terlihat kembali," tambahnya.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, Satpolairud Polda Kalimantan Timur, Lanal Balikpapan, BPBD, relawan dan potensi SAR lainnya.

Lokasi kejadian berada di sekitar Buoy 9 Perairan Balikpapan atau sekitar 5,5 nautical mile, setara kurang lebih 10 kilometer dari Pelabuhan Somber.

Selain RBB, Tim SAR juga membawa sejumlah peralatan pendukung, seperti peralatan SAR air, peralatan selam, perangkat komunikasi hingga peralatan medis.

Hingga Kamis pagi tafi, identitas penumpang yang diduga melompat dari kapal tersebut masih belum diketahui. 

Basarnas Balikpapan masih berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pihak kapal untuk memperoleh data lengkap mengenai korban.

"Kami akan terus mengoptimalkan pencarian bersama seluruh unsur yang terlibat. Kami juga mengimbau kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban," imbuhnya.

Kini, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar Perairan Balikpapan. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan ketinggian gelombang berkisar satu hingga 1,5 meter.

"Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan tetap mempertimbangkan keselamatan personel serta kepadatan lalu lintas kapal di sekitar lokasi kejadian," tuturnya.