Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Kondisi armada pengangkut sampah di Samarinda kembali menjadi sorotan. Selain berusia tua, sejumlah kendaraan operasional dinilai berpotensi mengganggu pengguna jalan karena mengalami kebocoran dan meneteskan air lindi selama proses pengangkutan.
Persoalan tersebut mendorong DPRD Samarinda meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan peremajaan kendaraan secara bertahap.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah mengatakan, kondisi kendaraan pengangkut sampah tidak bisa hanya dilihat dari kemampuan mengangkut sampah. Aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan juga perlu menjadi perhatian.
Dalam pengangkutan sampah, DLH Samarinda mengoperasikan sekitar 73 unit armada pengangkut sampah dengan dukungan 89 sopir yang melayani sekitar 83 titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Jumlah kendaraan tersebut membuat 16 unit di antaranya dioperasikan secara bergantian oleh dua sopir dalam sistem dua sif. Di sisi lain, sebagian armada yang digunakan merupakan kendaraan produksi 2013.
“Unit-unit yang sudah di atas lima tahun, harapan kita bisa diganti dengan yang baru,” ujar Andriansyah.
Seiring bertambahnya usia kendaraan, kondisi badan truk mulai mengalami pengeroposan dan berpotensi menimbulkan kebocoran pada bak pengangkut. Kebocoran tersebut menjadi persoalan ketika armada melintas di jalan raya karena air lindi dapat menetes dan meninggalkan bau maupun cairan di sepanjang jalur yang dilalui.
Ia pun meminta DLH tidak hanya menunggu pengadaan kendaraan baru, tetapi memastikan armada yang masih beroperasi menjalani pemeriksaan sebelum digunakan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut DPRD Samarinda mendorong pengadaan armada kembali diakomodasi dalam pembahasan APBD 2027.
“Memang fakta bahwa anggaran harus kita atur dan dibagi. Harus maksimalkan unit-unit yang ada dulu,” pungkasnya.


