Wawali Balikpapan Ingatkan RT Soal Iuran 17 Agustus Jangan Sampai Bebani Warga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wawali Balikpapan Ingatkan RT Soal Iuran 17 Agustus Jangan Sampai Bebani Warga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wawali Balikpapan Ingatkan RT Soal Iuran 17 Agustus Jangan Sampai Bebani Warga

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan 

BALIKPAPAN - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengingatkan agar perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RT tidak berubah menjadi beban ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, semangat memeriahkan 17 Agustus tetap harus dijaga. Namun, kegiatan tersebut sebaiknya tidak bergantung pada pungutan dengan nominal yang ditetapkan dan diwajibkan kepada seluruh warga.

Terlebih, kondisi ekonomi masyarakat saat ini dinilai belum sepenuhnya mudah. 

Karena itu, kegiatan di tingkat lingkungan diharapkan dapat dikemas melalui semangat gotong royong sesuai kemampuan masing-masing warga.

"Perayaan 17 Agustus ini harus dihadapi dengan ceria, gembira, optimisme. Bukan harus membebani masyarakat," kata Bagus, Kamis (13/8/2026).

Ia menilai, RT yang ingin menggelar perlombaan maupun kegiatan lainnya tidak perlu menetapkan besaran iuran yang sama bagi seluruh kepala keluarga atau warga.

Sebab, kemampuan ekonomi masyarakat berbeda-beda. Warga yang memiliki kelonggaran ekonomi dapat memberikan kontribusi lebih, sedangkan warga lainnya tetap bisa berpartisipasi melalui tenaga maupun pemikiran.

"Tidak perlu ditarget harus membayar sekian. Maksudnya sistemnya itu seperti bersembako untuk bersama-sama, gotong royong," ujarnya.

Bagus menegaskan, kontribusi masyarakat dalam memeriahkan kemerdekaan tidak selalu harus berbentuk uang.

"Yang mempunyai kelonggaran ekonomi lebih bisa memberikan lebih. Yang tidak, tenaganya bisa, pemikirannya bisa. Tidak harus secara material diwajibkan," tegasnya.

Ia bahkan mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan 17 Agustus tidak sampai membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan di tengah kondisi usaha dan ekonomi yang masih menghadapi tantangan.

"Usaha juga agak sulit, ekonomi melambat. Makanya kalau memang bisa saling gotong royong, bahu-membahu untuk kepentingan warga lingkungan," katanya.

Menurutnya, ada cara lain untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan tanpa harus mengandalkan iuran yang berpotensi memberatkan. 

Bahkan, kegiatan tersebut bisa dikembangkan menjadi aktivitas yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Kalau tidak, mungkin membuat satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menambah pendapatan. Jangan malah mengurangi pendapatan," ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan bagi pengurus RT dalam menyusun kegiatan peringatan kemerdekaan tahun ini. 

Bagus berharap, perayaan 17 Agustus tidak diukur dari besar kecilnya anggaran atau kemeriahan acara semata.

Menurutnya, nilai utama yang harus dijaga adalah kebersamaan, gotong royong, serta semangat mengenang perjuangan para pahlawan.

"Tidak harus dengan uang. Kalau tidak punya uang tapi punya tenaga, itu bentuk potensi yang bisa diberikan. Kalau tidak punya keduanya tapi punya pemikiran, itu juga potensi," pungkasnya.