Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit melalui penguatan sarana produksi bagi pekebun.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melaksanakan verifikasi lapangan terhadap usulan bantuan intensifikasi berupa pupuk dan pestisida bagi pekebun kelapa sawit di Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pengusulan bantuan sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit melalui program Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Verifikasi dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan serta kesesuaian usulan bantuan dengan kebutuhan pekebun.
Dengan demikian, bantuan yang nantinya disalurkan diharapkan benar-benar dapat memberikan dampak terhadap pemeliharaan tanaman dan peningkatan produktivitas kebun.
Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Usaha Pertanian DKPP Nunukan beserta jajaran, Tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Tim Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maspul Jaya sebagai kelompok penerima usulan bantuan yang diverifikasi.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Usaha Pertanian DKPP Nunukan, Herman mengatakan verifikasi lapangan merupakan tahapan penting dalam proses pengajuan bantuan pupuk dan pestisida bagi pekebun kelapa sawit.
“Tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan bantuan pupuk. Pertemuan lapangan dilakukan oleh Tim Verifikasi dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian terkait usulan bantuan pupuk dan pestisida bagi pekebun sawit,” ujar Herman.
Menurutnya, bantuan yang diusulkan berupa sarana produksi pertanian, khususnya pupuk dan pestisida. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pekebun memenuhi kebutuhan pemeliharaan tanaman sehingga kondisi kebun lebih optimal dan produktivitas kelapa sawit dapat meningkat.
“Bentuk bantuan nantinya berupa penyaluran sarana produksi berupa pupuk dan pestisida untuk meningkatkan produktivitas kebun pekebun,” katanya.
Herman menilai peningkatan produktivitas tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana produksi, tetapi juga dengan kepastian pasar bagi hasil perkebunan masyarakat. Karena itu, DKPP Nunukan mendorong agar produksi kelapa sawit pekebun di Sebatik dapat diserap oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Nunukan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat rantai usaha perkebunan kelapa sawit di daerah. Selain meningkatkan produktivitas kebun, penyerapan hasil produksi oleh industri pengolahan di dalam daerah diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan daerah.
“Kami berharap ke depannya, ketika petani sudah mendapatkan bantuan pupuk dan pestisida, mereka dapat menjual buah kelapa sawitnya ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Nunukan, bukan ke Malaysia,” pungkasnya.


