Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Pembangunan infrastruktur di wilayah kampung kembali diarahkan bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi membuka akses yang bisa menggerakkan aktivitas masyarakat.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda di Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur, menjadi salah satu upaya memperkuat konektivitas sekaligus memperlancar mobilitas warga.
Jembatan tersebut menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur nasional yang menyasar berbagai wilayah di Indonesia. Di Kabupaten Berau, keberadaannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses yang lebih mudah dan aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai manfaat sebuah infrastruktur baru akan terasa ketika keberadaannya mampu memangkas hambatan yang selama ini dihadapi masyarakat. Karena itu, jembatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sarana penghubung, tetapi ikut membuka peluang baru bagi aktivitas sosial maupun ekonomi warga.
Menurutnya, akses yang semakin baik akan membuat pergerakan masyarakat dan distribusi barang menjadi lebih lancar. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi di kawasan sekitar.
“Dengan adanya akses yang semakin mudah, tentu ini akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap perkembangan ekonomi masyarakat,” ujar Sri Juniarsih.
Ia menilai pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Perintis Garuda menjadi semakin penting di tengah kebijakan efisiensi yang sedang berjalan. Keterbatasan anggaran tidak boleh membuat kebutuhan dasar masyarakat terhadap konektivitas terhenti.
Karena itu, kolaborasi pemerintah daerah bersama TNI dan Polri dinilai menjadi salah satu kekuatan untuk tetap menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Sri Juniarsih juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat serta jajaran TNI dan Polri dalam merealisasikan pembangunan tersebut. Ia berharap pola kerja sama serupa dapat terus diperkuat, terutama untuk menjangkau kebutuhan infrastruktur di wilayah yang masih memerlukan peningkatan akses.
Secara nasional, program Jembatan Perintis Garuda telah mencakup sekitar 2.500 titik jembatan, disertai pembangunan sekitar 3.000 titik fasilitas air bersih di berbagai daerah.
Bagi Berau, pembangunan jembatan di Labanan Makmur menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas kawasan. Ketika akses semakin terbuka, peluang masyarakat untuk bergerak, membawa hasil usaha, memperoleh layanan, hingga berinteraksi dengan wilayah lain juga semakin besar.
Pemerintah daerah pun berharap manfaat jembatan tersebut dapat berkembang dalam jangka panjang, terutama dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal dan memperkuat hubungan antarkawasan di Kabupaten Berau.


