Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) membentuk tim percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan, tim percepatan penanggulangan TBC dibentuk sebagai upaya optimalisasi dalam penanggulangan penyakit TBC.
“Ada beberapa OPD yang tergabung dalam tim percepatan penanggulangan TBC. Tetapi belum semua OPD yang tergabung dalam tim menerima SK (Surat Keputusan),” kata Lukas, Kamis (13/8/2026).
Lukas menyatakan, pemerintah daerah akan mengevaluasi kinerja tim percepatan penanggulangan TBC. Evaluasi tersebut perlu dilakukan untuk mengukur efektivitas program dan kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit TBC.
“Nanti akan ada evaluasi supaya program dan kegiatan dalam pencegahan dan penanggulangan TBC berjalan efektif,” terangnya.
Lukas menyatakan, Pemkab PPU memberikan perhatian terhadap pencegahan dan penanggulangan TBC. Karena, Januari hingga awal Agustus 2026, tercatat ada 272 kasus TBC. Data kasus tersebut dihimpun dari 11 Puskesmas yang ada di Benuo Taka.
“272 kasus TBC yang telah melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya. Kalau tahun lalu, ada 341 kasus TBC,” terangnya.
Lukas menyatakan, pemerintah telah menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. layanan tersebut harus dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama yang diagnosa terjangkit penyakit TBC.
“Layanan cek kesehatan gratis ini harus dimanfaatkan. Penderita penyakit TBC harus disiplin melakukan pengobatan serta menjaga pola hidup sehat,” pungkasnya.


