Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Harga ikan yang biasanya ikut bergerak ketika hasil tangkapan nelayan menurun, kini bisa ditekan lewat Pasar Ikan Murah.
Warga Kecamatan Gunung Tabur mendapat kesempatan membeli ikan segar dengan harga modal, saat pasokan ikan di Berau mulai terdampak musim angin selatan.
Sekitar 2 ton ikan segar disiapkan dalam kegiatan Pasar Ikan Murah yang digelar di Tepian RT 1 Kelurahan Gunung Tabur. Harganya dibuat lebih rendah dibandingkan harga pasar, sehingga masyarakat bisa tetap memenuhi kebutuhan protein tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, program ini bukan sekadar menjual ikan murah. Pasar Ikan Murah diarahkan menjadi salah satu cara menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu pengendalian inflasi dan pemenuhan gizi keluarga.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan kebutuhan pangan masyarakat harus tetap dijaga, terutama ketika kondisi alam mulai mempengaruhi hasil tangkapan nelayan.
“Ini salah satu upaya kita dengan menjual ikan murah dalam rangka menurunkan inflasi, menurunkan angka stunting, serta mempercepat perputaran roda ekonomi di masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya ikan, warga juga bisa mendapatkan kebutuhan pokok melalui Gerakan Pangan Murah yang dibawa Dinas Pangan. Beras, minyak goreng, sayuran hingga telur lokal tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi pelaku UMKM Gunung Tabur untuk ikut berjualan. Sebab, aktivitas pasar tidak hanya memberi keuntungan dari sisi konsumen, tetapi juga menciptakan pergerakan ekonomi bagi pedagang dan pelaku usaha lokal.
Gunung Tabur menjadi lokasi keempat pelaksanaan Pasar Ikan Murah setelah sebelumnya menyasar Sambaliung, Tanjung Batu dan Tanjung Redeb.
Program ini melibatkan Dinas Perikanan, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Berau, Dinas Pangan serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).
Pemkab Berau menargetkan program tersebut tidak berhenti di empat wilayah. Pasar Ikan Murah akan terus diputar hingga menjangkau seluruh 13 kecamatan di Kabupaten Berau.
“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat luar biasa. Ini sudah masuk kecamatan yang keempat. Ke depan program ini terus berputar menyasar 13 kecamatan,” kata Sri Juniarsih.
Perluasan program diharapkan mampu menjadi bantalan bagi masyarakat ketika harga pangan mengalami tekanan.
Di sisi lain, keterlibatan nelayan dan UMKM membuat manfaat kegiatan tidak berhenti pada pembeli, tetapi turut menggerakkan rantai ekonomi lokal.
Dengan konsep yang berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya, Pasar Ikan Murah diharapkan menjadi akses pangan terjangkau yang bisa dirasakan lebih banyak keluarga di Berau.


