Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Musim angin selatan mulai menjadi tantangan bagi nelayan di Kabupaten Berau.
Kondisi perairan yang kurang bersahabat dapat mempengaruhi aktivitas melaut, sekaligus pasokan ikan yang masuk ke pasar.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Dinas Perikanan Kabupaten Berau menghadirkan Pasar Ikan Murah di Kecamatan Gunung Tabur.
Sebanyak sekitar dua ton ikan segar disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gunung Tabur yang dijual di bawah harga pasar.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid mengatakan penyediaan ikan murah ini merupakan bagian dari upaya menjaga agar masyarakat tetap mudah mendapatkan sumber protein, khususnya ketika hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan akibat kondisi cuaca.
“Memang sekarang sudah masuk musim angin selatan. Kondisi seperti ini biasanya berpengaruh terhadap aktivitas nelayan dan jumlah ikan yang didaratkan. Untuk itu, kami berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan ikan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Menurutnya, ikan yang disediakan dalam Pasar Ikan Murah merupakan ikan segar yang disesuaikan dengan ketersediaan hasil perikanan. Harga jual ditekan hingga mendekati harga modal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan, program tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperpendek jarak antara sumber produksi dengan konsumen.
Ketika pasokan nelayan tersedia, maka ikan dapat langsung disalurkan kepada masyarakat melalui kegiatan pasar murah sehingga harga tetap terkendali.
“Kami jaga bukan hanya harganya, tetapi juga akses masyarakat terhadap ikan. Jangan sampai ketika kondisi tangkapan berkurang, masyarakat kesulitan mendapatkan ikan sebagai sumber protein,” jelas Majid.
Pasar Ikan Murah juga dinilai dapat memberikan manfaat bagi nelayan. Penyaluran ikan dalam jumlah besar membantu membuka pasar alternatif bagi hasil tangkapan, terutama saat kondisi pasar mengalami perubahan.
Pelaksanaan di Gunung Tabur menjadi lokasi keempat setelah program serupa sebelumnya digelar di Sambaliung, Tanjung Batu dan Tanjung Redeb.
Dinas Perikanan bersama sejumlah pihak terkait berencana terus membawa kegiatan tersebut ke kecamatan lainnya.
“Harapannya program ini tidak hanya berhenti di beberapa titik. Kami ingin masyarakat di kecamatan lain juga bisa merasakan akses ikan segar dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.
Dengan pola distribusi yang terus diperluas, Dinas Perikanan berharap Pasar Ikan Murah dapat menjadi salah satu upaya menjaga konsumsi ikan masyarakat sekaligus membantu menahan tekanan harga pangan di tengah perubahan musim. (Adv)



