Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat mulai memberi dampak hingga ke sektor perbankan daerah.
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) kini mengajak masyarakat Balikpapan untuk memanfaatkan layanan perbankan daerah sebagai salah satu upaya menjaga perputaran ekonomi di daerah.
Pemimpin Kantor Cabang Bankaltimtara Balikpapan, Yudhi Susatyo mengatakan penurunan TKD berpengaruh terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun Bankaltimtara.
Sebab, salah satu sumber dana pihak ketiga berasal dari dana Pemerintah Daerah (Pemda) yang disimpan di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemda.
"Dengan penurunan TKD, otomatis berdampak pada dana pihak ketiga yang kami himpun. Sebab, dana pemerintah daerah yang masuk melalui RKUD juga terpengaruh," kata Yudhi, Jumat (14/8/2026).
Dampak tersebut, kata dia, tidak hanya dirasakan dari sisi penghimpunan dana.
Penurunan TKD juga berpotensi mempengaruhi penyaluran kredit karena belanja pemerintah daerah untuk kegiatan dan pembangunan ikut berkurang.
Ketika proyek atau kegiatan pemerintah berkurang, permintaan pembiayaan dari kontraktor maupun penyedia jasa juga ikut menurun.
"Belanja daerah berkurang, kredit untuk kegiatan fisik juga berkurang. Sebab, kontraktor atau penyedia jasa juga tidak mengajukan kredit apabila pekerjaannya tidak ada. Jadi penurunan TKD ini berdampak ganda bagi perbankan," ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Bankaltimtara Balikpapan kini berupaya meningkatkan penghimpunan dana dari sektor swasta dan masyarakat.
Hingga Agustus 2026, penghimpunan dana pihak ketiga Bankaltimtara Cabang Balikpapan telah mencapai sekitar Rp1,8 triliun.
Untuk mengejar target tersebut, Bankaltimtara mengoptimalkan berbagai potensi dana masyarakat melalui produk giro, tabungan dan deposito, termasuk memperkuat layanan digital.
"Kami harus mengoptimalkan potensi dana swasta dari masyarakat. Harapannya, masyarakat semakin yakin bahwa produk simpanan Bankaltimtara, baik tabungan, giro maupun deposito aman, bisa diakses dan dimanfaatkan," katanya.
Menurut Yudhi, Bankaltimtara juga terus mengembangkan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah perorangan maupun korporasi.
Untuk perusahaan, tersedia layanan Cash Management System (CMS) Bankaltimtara, sedangkan nasabah perorangan dapat menggunakan aplikasi mobile banking DG by Bankaltimtara.
Selain itu, berbagai program promosi produk simpanan juga dilakukan untuk menarik minat masyarakat.
Namun, Yudhi mengakui kondisi ekonomi masyarakat turut menjadi tantangan dalam meningkatkan penghimpunan dana.
Ketika daya beli melemah dan harga kebutuhan meningkat, maka sebagian masyarakat akan cenderung menggunakan tabungan yang sebelumnya disimpan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Keinginan menabung itu ada, tetapi kalau penghasilan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, maka tidak ada porsi untuk ditabung. Ketika pendapatan tetap sementara harga kebutuhan meningkat, maka masyarakat terpaksa menggunakan tabungan untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup," ucapnya.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat Balikpapan untuk menggunakan layanan perbankan dari Bankaltimtara.
Menurutnya, sebagai bank pembangunan daerah, keuntungan yang diperoleh Bankaltimtara akan kembali ke masyarakat melalui pemerintah daerah dalam bentuk dividen.
Dividen tersebut selanjutnya menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang digunakan salah satunya untuk pembangunan.
"Bankaltimtara ini milik pemerintah daerah. Hasil usaha atau labanya dikembalikan ke daerah dalam bentuk dividen dan menjadi PAD. Kemudian PAD itu masuk dalam APBD dan ikut digunakan untuk membiayai pembangunan maupun kebutuhan daerah," jelasnya.
Yudhi menyebut kontribusi dividen Bankaltimtara untuk Pemerintah Kota Balikpapan fluktuatif setiap tahun, tertinggi pernah mencapai Rp9 miliar.
Menurut dia, kontribusi tersebut menjadi semakin penting di tengah menurunnya kemampuan fiskal daerah akibat berkurangnya transfer dari pemerintah pusat.
"Kalau masyarakat menggunakan jasa layanan Bankaltimtara, perputaran dan manfaat ekonominya juga ikut kembali ke daerah. Kami berharap semakin banyak masyarakat Balikpapan yang menggunakan Bankaltimtara karena dari sisi infrastruktur, layanan dan teknologi kami juga terus bersaing dengan bank nasional," pungkasnya.


