Urai Antrean Pertalite di Balikpapan, Pemkot bersama BPH Migas akan Buka Lima Titik SPBU

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
4 menit baca
Rapat koordinasi penanganan antrean BBM bersubsidi di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Rapat koordinasi penanganan antrean BBM bersubsidi di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Urai Antrean Pertalite di Balikpapan, Pemkot bersama BPH Migas akan Buka Lima Titik SPBU

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
4 menit baca
Rapat koordinasi penanganan antrean BBM bersubsidi di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Rapat koordinasi penanganan antrean BBM bersubsidi di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Urai Antrean Pertalite di Balikpapan, Pemkot bersama BPH Migas akan Buka Lima Titik SPBU 

Rapat koordinasi penanganan antrean BBM bersubsidi di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan 

BALIKPAPAN - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU Kota Balikpapan menjadi perhatian pemerintah.

Untuk mengurai kepadatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyiapkan pembukaan lima titik penyaluran Pertalite di sejumlah wilayah.

Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Antrean BBM Bersubsidi yang digelar di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026).

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan bersama BPH Migas dan Pertamina, kuota BBM untuk Kota Balikpapan dipastikan masih mencukupi.

Menurutnya, antrean panjang yang terjadi bukan semata-mata disebabkan kekurangan kuota, melainkan karena belum semua titik SPBU melayani penyaluran Pertalite.

"Kita bersyukur Kepala BPH Migas langsung hadir di sini memberikan penyampaian bahwa enggak usah khawatir, bahwa kuota BBM untuk di Kota Balikpapan akan terpenuhi," kata Rahmad.

Untuk mengurai antrean, sejumlah SPBU akan kembali atau mulai disiapkan untuk melayani penyaluran Pertalite, khususnya bagi kendaraan roda dua.

Di wilayah Balikpapan Timur, terdapat dua titik yang disiapkan, yakni kawasan Teritip dan Batakan. Sementara dari arah Balikpapan Utara, penyaluran akan disiapkan di kawasan Grand City dan Jalan MT Haryono.

Satu titik lainnya berada di kawasan Kebun Sayur untuk melayani masyarakat dari wilayah Balikpapan Barat.

Rahmad berharap pembukaan titik-titik penyaluran tersebut dapat memecah konsentrasi antrean yang selama ini banyak terjadi di sejumlah SPBU di kawasan tengah kota.

"Jadi saudara-saudara kita yang ada di Balikpapan Timur, kemudian di Tengah, itu bisa terakomodir dan diberikan pelayanan fasilitas untuk penyaluran BBM Pertalite," ujarnya.

Menurut Rahmad, Pertamina tinggal mengeksekusi penyaluran setelah seluruh kesiapan SPBU dan mekanisme perizinan diselesaikan bersama BPH Migas.

Ia berharap penambahan titik layanan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga antrean panjang, khususnya kendaraan roda dua, dapat berkurang.

"Secepatnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa tersalurkan. Jadi khusus motor-motor mudah-mudahan ini bisa terurai dan tidak kelihatan lagi antrean BBM," katanya.

Sementara Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas mengakui antrean pembelian Pertalite di Balikpapan memang terjadi di sejumlah SPBU.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi antrean paling banyak terjadi pada sore hari. Sementara pada pagi hari, situasi pengisian BBM masih relatif normal.

"Situasi antrean ini terjadi lebih dominan di sore hari. Kalau pagi hari masih normal, kemudian siang sedikit antrean. Namun sorenya, pada saat masyarakat yang bekerja di Kota Balikpapan akan balik kembali ke rumah, itu selalu singgah untuk beli BBM Pertalite," katanya.

BPH Migas kemudian mengevaluasi kondisi geografis Kota Balikpapan serta keberadaan SPBU yang selama ini melayani penyaluran Pertalite.

Dari hasil evaluasi tersebut, lima titik dinilai strategis untuk membantu mengurai antrean sebelum kendaraan dari sejumlah wilayah masuk ke pusat Kota Balikpapan.

Untuk Balikpapan Timur, dua SPBU di Teritip dan Batakan disiapkan agar masyarakat dari wilayah tersebut tidak perlu lagi menuju SPBU di tengah kota.

Kemudian, masyarakat dari arah Balikpapan Utara diharapkan dapat menggunakan SPBU di kawasan Grand City dan Jalan MT Haryono.

Sementara masyarakat dari arah Balikpapan Barat akan mendapat tambahan pilihan pengisian Pertalite di kawasan Kebun Sayur.

"Semoga masyarakat yang di sana, yang tadinya menggunakan fasilitas pembelian BBM di tengah kota, itu sudah pindah. Bisa difasilitasi pagi mau berangkat atau pas pulang kerja, tidak perlu ikut antre di dalam kota," ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, berdasarkan kondisi antrean yang diamati di lapangan, kendaraan roda dua menjadi kelompok yang paling banyak mengantre untuk mendapatkan Pertalite.

Bahkan, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 90 persen dari kendaraan yang mengantre. 

Kondisi tersebut kemudian turut menghambat kendaraan roda empat yang berada di belakang antrean sepeda motor.

Terkait ketersediaan BBM, Wahyudi memastikan kuota Pertalite untuk Balikpapan saat ini masih mencukupi. Namun, ia belum merinci jumlah kuota yang tersedia.

Menurutnya, kebutuhan BBM bersubsidi terus bergerak mengikuti dinamika konsumsi masyarakat sehingga evaluasi akan terus dilakukan.

"Kalau masalah kuota, Insya Allah ini cukup. Kalau kaitannya nanti terjadi di akhir tahun perlu dilakukan adjustment, ya otomatis kita evaluasi bersama," katanya.

Perubahan pola konsumsi masyarakat sendiri menjadi salah satu persoalan yang kini mendapat perhatian. 

Sebelumnya, kebutuhan Pertalite di Balikpapan mengalami peningkatan setelah terjadi pergantian harga BBM nonsubsidi.

Pertamina sebelumnya menyesuaikan harga Pertamax atau BBM RON 92 pada 10 Juni 2026, dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter.

Setelah penyesuaian tersebut, terjadi perubahan konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite yang berdampak pada peningkatan kebutuhan BBM subsidi.

Sr Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Gayuh Mustiko Jati, sebelumnya menyampaikan rata-rata penyaluran Pertalite pada periode 1-9 Juni 2026 berada di angka 141 kiloliter per hari.

Setelah konsumsi meningkat, Pertamina meningkatkan penyaluran menjadi sekitar 174 kiloliter per hari pada periode 10-14 Juni 2026.

Artinya, terjadi penambahan volume penyaluran harian sekitar 23 persen untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan sebelumnya menegaskan penyaluran Pertalite dilakukan sesuai penugasan pemerintah dan kuota yang telah ditetapkan BPH Migas.

Sementara itu, pada Agustus 2026, harga BBM nonsubsidi kembali mengalami penyesuaian.

Di wilayah Kaltim, harga Pertamax per 1 Agustus 2026 turun menjadi Rp16.300 per liter dari sebelumnya Rp16.650 per liter. Pertamax Turbo juga turun dari Rp19.750 menjadi Rp18.700 per liter.

Harga Pertamax di Pertashop turun dari Rp16.550 menjadi Rp16.200 per liter. Sedangkan Pertamina Dex tetap Rp21.650 per liter dan Dexlite Rp20.150 per liter.

Penurunan harga Pertamax tersebut terjadi di tengah upaya pemerintah, BPH Migas, dan Pertamina mengurai antrean Pertalite serta menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat Balikpapan.