Mahakam Surut, Distribusi Pangan ke Long Apari dan Long Pahangai di Kabupaten Mahulu Terhambat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi Sungai Mahakam surut. (Foto: Dedik Timang Belawan Rjb II/Netizen)
Kondisi Sungai Mahakam surut. (Foto: Dedik Timang Belawan Rjb II/Netizen)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Mahakam Surut, Distribusi Pangan ke Long Apari dan Long Pahangai di Kabupaten Mahulu Terhambat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi Sungai Mahakam surut. (Foto: Dedik Timang Belawan Rjb II/Netizen)
Kondisi Sungai Mahakam surut. (Foto: Dedik Timang Belawan Rjb II/Netizen)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Mahakam Surut, Distribusi Pangan ke Long Apari dan Long Pahangai di Kabupaten Mahulu Terhambat

Kondisi Sungai Mahakam surut. (Foto: Dedik Timang Belawan Rjb II/Netizen)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Surutnya debit air Sungai Mahakam mulai menghambat aktivitas transportasi dan distribusi kebutuhan masyarakat di wilayah Mahakam Ulu (Mahulu).

Kondisi sungai terlihat dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook Dedik Timang Belawan Rjb II.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). 

Salah satu persoalan yang diantisipasi adalah terganggunya distribusi bahan pangan akibat kapal tidak dapat melintas secara normal karena muka air sungai mengalami penurunan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan mengatakan, persoalan kekeringan di Mahalu tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi membutuhkan penanganan lintas sektor.

Menurutnya, Pemprov Kaltim telah menggelar rapat untuk membahas kondisi tersebut dengan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Bulog, perusahaan daerah, Pertamina, serta pihak lain yang berkaitan dengan distribusi kebutuhan masyarakat.

"Untuk kekeringan ini terkait dengan bahan pangan. Bukan hanya urusan BPBD sendiri, tapi multisektor lainnya," kata Buyung Dodi, Jumat (14/8/2026).

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima BPBD Kaltim, ketersediaan bahan pangan masih mencukupi. 

Namun, persoalan utama saat ini berada pada distribusi menuju sejumlah wilayah yang terdampak surutnya Sungai Mahakam.

"Yang jelas stoknya cukup, hanya saja distribusinya yang terhambat. Terutama dari Long Pahangai sama Long Apari. Itu yang masalahnya," ujarnya.

Untuk mengantisipasi gangguan distribusi tersebut, Pemprov Kaltim bersama instansi terkait tengah menyiapkan sejumlah langkah. 

Salah satunya melalui Bulog yang direncanakan melakukan intervensi untuk menjaga ketersediaan beras di wilayah terdampak.

Buyung Dodi menyebut, langkah tersebut dapat berupa operasi pasar maupun skema bantuan pangan. Namun, pelaksanaan dan jangka waktunya masih akan terus dikoordinasikan oleh pemerintah bersama pihak terkait.

"Untuk yang terkait dengan kelangkaan beras, itu sudah mulai akan diatasi oleh Bulog. Kesepakatan kita dengan Pemprov seperti itu, dan kita akan pantau terus," katanya.

Selain persoalan pangan, surutnya Sungai Mahakam juga berdampak terhadap transportasi masyarakat dan distribusi barang. Kondisi tersebut terjadi karena curah hujan di wilayah Mahulu masih berada di bawah normal.

BPBD Kaltim mencatat hujan masih turun di kawasan tersebut. Namun, intensitasnya belum cukup untuk meningkatkan muka air Sungai Mahakam.

"Di sana masih ada hujan, cuma curah hujannya di bawah normal. Di bawah 150, ada 100. Sehingga tidak mencukupi untuk meningkatkan muka permukaan sungai sehingga transportasi tidak bisa lewat," jelasnya.

Untuk mengatasi hambatan transportasi, salah satu opsi yang disiapkan adalah menggunakan jalur darat. 

Sementara untuk distribusi melalui sungai, kapal besar dapat melakukan pengangkutan secara bertahap dengan bantuan kapal berukuran lebih kecil atau sistem langsir.

Namun, skema distribusi tersebut masih akan disesuaikan dengan kondisi akses dan kebutuhan di lapangan, khususnya menuju wilayah Long Pahangai dan Long Apari.

"Kapal besar akan dilangsir dengan kapal-kapal kecil atau ces seperti itu," pungkasnya.