Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Berau mulai diperketat.
Pertamina Patra Niaga meningkatkan pengawasan di tingkat SPBU untuk memastikan setiap liter BBM subsidi benar-benar diterima kendaraan yang berhak.
Sales Branch Manager (SBM) III Fuel Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus mengatakan salah satu titik pengawasan yang menjadi perhatian adalah proses verifikasi QR Code Subsidi Tepat sebelum transaksi dilakukan.
Menurutnya, proses verifikasi tidak berhenti pada pemindaian QR Code. Petugas SPBU juga wajib mencocokkan data yang muncul dalam sistem dengan kondisi kendaraan yang datang.
“Petugas wajib melakukan verifikasi sebelum transaksi. Data pada QR Code harus sesuai dengan kondisi fisik kendaraan yang datang ke SPBU,” kata Hermawan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah QR Code digunakan pada kendaraan yang tidak sesuai dengan data penerima. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, maka petugas diminta tidak melanjutkan pengisian dan menjalankan prosedur yang telah ditetapkan.
Hasil pengawasan Pertamina di lapangan juga berujung pada pembinaan terhadap empat SPBU di Kabupaten Berau. Hermawan mengatakan, surat pembinaan telah diberikan kepada SPBU yang dinilai perlu meningkatkan kepatuhan dalam proses penyaluran BBM bersubsidi, termasuk SPBU di Sambaliung, SPBU HM Isa III dan SPBU Bujangga.
“Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan kepatuhan pengelola, pengawas, maupun operator SPBU dalam menjalankan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi,” ujarnya.
Dari sisi pemerintah daerah, langkah tersebut mendapat respons positif.
Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi menyambut baik penguatan pengawasan yang dilakukan Pertamina, terutama untuk memastikan distribusi BBM subsidi tidak disalahgunakan.
Menurut Hotlan, ketepatan sasaran menjadi hal penting karena BBM subsidi merupakan fasilitas pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat sesuai dengan ketentuan.
Untuk itu, pengawasan perlu dilakukan secara konsisten, baik dari sisi administrasi maupun kondisi kendaraan di lapangan.
“Kami menyambut baik langkah Pertamina untuk memperketat verifikasi. Ini penting agar BBM subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan tidak terjadi penyalahgunaan di lapangan,” kata Hotlan.
Ia juga menilai kepatuhan bukan hanya menjadi tanggung jawab operator SPBU. Masyarakat sebagai pengguna turut berperan dengan memastikan QR Code yang digunakan sesuai dengan kendaraan dan data yang terdaftar.
Sementara itu, Pertamina mengimbau masyarakat tidak meminjamkan maupun menggunakan QR Code Subsidi Tepat secara sembarangan.
QR Code harus digunakan oleh konsumen yang terdaftar dan pada kendaraan yang sesuai dengan data dalam sistem.
Hermawan berharap pengawasan yang diperkuat bersama kepatuhan masyarakat dapat membuat penyaluran BBM bersubsidi di Berau berlangsung lebih tertib dan transparan.
Dengan begitu, subsidi yang disediakan pemerintah dapat benar-benar sampai kepada kelompok masyarakat yang menjadi sasaran. (Adv)



