Prosesi Pengibaran Berbeda, Aksi Paskibraka Balikpapan Curi Perhatian Peserta Upacara HUT ke-81 RI

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
39 Paskibraka Balikpapan menjalankan tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di Balaikota, Senin (17/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
39 Paskibraka Balikpapan menjalankan tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di Balaikota, Senin (17/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Prosesi Pengibaran Berbeda, Aksi Paskibraka Balikpapan Curi Perhatian Peserta Upacara HUT ke-81 RI

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
39 Paskibraka Balikpapan menjalankan tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di Balaikota, Senin (17/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
39 Paskibraka Balikpapan menjalankan tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di Balaikota, Senin (17/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Prosesi Pengibaran Berbeda, Aksi Paskibraka Balikpapan Curi Perhatian Peserta Upacara HUT ke-81 RI

39 Paskibraka Balikpapan menjalankan tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di Balaikota, Senin (17/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Balaikota, Senin (17/8/2026).

Pelaksanaan upacara tahun ini digelar lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi menjadi salah satu pertimbangan Pemkot Balikpapan memusatkan kegiatan di halaman Balaikota.

Sebelum upacara dimulai, bendera pusaka dibawa dari Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan di Jalan Syarifuddin Yoes, Kelurahan Sepinggan, menuju lokasi upacara.

Upacara diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, stakeholder, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta berbagai lapisan masyarakat.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Komandan Upacara dijabat Mayor Czi Ashari yang sehari-hari bertugas sebagai Komandan Koramil 0905-01/Balikpapan Utara 

Pasukan upacara terdiri atas gabungan personel TNI dan Polri, di antaranya Yonif 17/Ananta Dharma, Bakangdam VI/Mulawarman, Kodim 0905/Balikpapan, Pangkalan TNI Angkatan Laut, Pangkalan TNI Angkatan Udara, Satuan Brimob Polda Kaltim, Satuan Samapta Polda Kaltim, hingga Polresta Balikpapan.

Sebanyak 39 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Balikpapan turut menjalankan tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Para pelajar pilihan dari sejumlah SMA di Balikpapan itu bertugas dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih.

Made Kirana Anggarani, siswi SMA Negeri 5 Balikpapan, mendapat tugas sebagai pembawa baki dalam upacara tersebut.

Aksi Paskibraka pun mendapat tepuk tangan dari peserta upacara. Sebab, prosesi pengibaran bendera dilakukan dengan alur yang berbeda dari biasanya, menyesuaikan ruang pelaksanaan upacara yang terbatas.

Rahmad Mas'ud mengatakan peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan.

Menurutnya, generasi saat ini memang tidak lagi berjuang mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan. Namun, perjuangan harus dilanjutkan melalui pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga persatuan bangsa.

"Kita tidak terlibat dalam kemerdekaan bangsa kita, tetapi bagaimana mengisi kemerdekaan ini untuk melanjutkan perjuangan dari para pahlawan kita," kata Rahmad.

Ia berharap generasi muda dapat mengambil peran dalam mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa agar Indonesia menjadi negara yang besar dengan masyarakat yang makmur, adil, dan sejahtera.

“Generasi muda kita semua turut menyukseskan cita-cita dari para pendiri bangsa kita. Kita bawa menjadi bangsa yang besar, rakyatnya makmur, adil, dan sentosa," ujarnya.

Terkait pelaksanaan upacara yang digelar secara lebih sederhana, Rahmad menegaskan kebijakan efisiensi anggaran tidak mengurangi makna peringatan Hari Kemerdekaan.

Ia menyebut Pemkot Balikpapan tetap mengalokasikan anggaran untuk kegiatan tersebut, namun penggunaan anggaran harus mempertimbangkan program yang lebih diprioritaskan bagi kepentingan masyarakat.

"Di tengah efisiensi enggak ada masalah. Bukan berarti tidak ada anggaran, tetapi ada yang lebih prioritas untuk kemaslahatan masyarakat kita," jelasnya.

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya yang digelar di BSCC Dome, upacara tahun ini dipusatkan di halaman Balaikota Balikpapan. 

Selain menyesuaikan kondisi anggaran, langkah tersebut juga dinilai menjadi momentum untuk mengoptimalkan keberadaan pusat pemerintahan kota.

Karena kapasitas lokasi yang terbatas, Pemkot Balikpapan membagi pelaksanaan upacara menjadi dua sesi, yakni upacara pengibaran dan penurunan bendera.

Pembagian tersebut juga berdampak pada jumlah undangan. Rahmad menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah unsur masyarakat yang sebelumnya dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara bersamaan.

"Biasanya pagi sekaligus, ini ada dua sesi, pengibaran dan penurunan bendera kita bagi. Terutama RT-RT juga tidak langsung semuanya, termasuk tokoh masyarakat, paguyuban, dan ormas," katanya.

Pada momentum HUT ke-81 RI, Rahmad juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh isu maupun provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus memiliki tekad yang sama sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan mempererat persaudaraan.

"Pereratlah ukhuwah dan silaturahmi kita sebagai anak bangsa. Jangan goyah dengan provokator, jangan goyah dengan isu-isu yang tentunya memecah belah," tegasnya.

Rahmad menilai bangsa Indonesia harus lebih fokus menghadapi perkembangan zaman, terutama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Hal itu penting agar generasi muda mampu berkontribusi dalam pembangunan dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju.

"Bangsa lain sudah berpikir ke bulan, masa kita hanya berpikir masalah-masalah internal. Sudah saatnya generasi muda sama-sama menuntut teknologi dan ilmu untuk membangun bangsa kita menjadi bangsa yang besar," pungkasnya.