Di Usia 17 Tahun, Harnawati Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Upacara HUT ke-81 RI di Kutim

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Harnawati siswi SMK 1 Kombeng usia 17 tahun (tengah) saat pembawa baki bendera merah putih di halaman kantor Bupati Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Harnawati siswi SMK 1 Kombeng usia 17 tahun (tengah) saat pembawa baki bendera merah putih di halaman kantor Bupati Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Di Usia 17 Tahun, Harnawati Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Upacara HUT ke-81 RI di Kutim

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Harnawati siswi SMK 1 Kombeng usia 17 tahun (tengah) saat pembawa baki bendera merah putih di halaman kantor Bupati Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Harnawati siswi SMK 1 Kombeng usia 17 tahun (tengah) saat pembawa baki bendera merah putih di halaman kantor Bupati Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Di Usia 17 Tahun, Harnawati Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Upacara HUT ke-81 RI di Kutim

Harnawati siswi SMK 1 Kombeng usia 17 tahun (tengah) saat pembawa baki bendera merah putih di halaman kantor Bupati Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Rerporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan

SANGATTA – Di usia 17 tahun, Harnawati berdiri membawa baki Merah Putih di hadapan peserta upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Senin (17/8/2026).

Siswi SMK Negeri 1 Kombeng itu dipercaya menjadi pembawa baki dalam prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih pada upacara yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim di halaman Kantor Bupati, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi.

Kepercayaan tersebut, menjadi pengalaman penting bagi Harnawati sekaligus kebanggaan bagi keluarganya di Kombeng.

Ibunda Harnawati, Dinawati mengaku tidak pernah menyangka putrinya mendapat kepercayaan menjalankan tugas tersebut pada upacara tingkat Kabupaten Kutim.

“Enggak pernah nyangka dia bisa jadi pembawa baki. Sebagai orang tua tentu kami bangga,” ujar Dinawati saat ditemui awak media.

Harnawati merupakan salah satu dari dua pelajar yang mewakili SMK Negeri 1 Kombeng dalam Paskibraka Kutim. Satu perwakilan lainnya diketahui bernama Geno.

Dinawati mengatakan, putrinya bersama anggota Paskibraka menjalani masa pelatihan sekitar 20 hari sebelum pelaksanaan upacara.

Menurutnya, waktu latihan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan fisik dan mental para anggota Paskibraka untuk menjalankan tugas pada hari kemerdekaan.

“Pelatihannya 20 hari. Kalau dari fisik teman-teman, latihannya harus lebih fresh dan fisiknya mungkin perlu ditambah lagi. Mungkin tahun depan bisa lebih baik lagi,” katanya.

Bagi Harnawati, tugas membawa baki Merah Putih bukan sekadar bagian dari rangkaian upacara. 

Bagi keluarganya, kepercayaan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus menjadi catatan tersendiri bagi seorang siswi dari Kombeng yang mendapat kesempatan tampil dalam upacara kemerdekaan tingkat Kabupaten Kutim.

Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kutim berlangsung khidmat dan tertib. Prosesi tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kutim, pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelajar, serta peserta upacara lainnya.

Komandan upacara dipercayakan kepada Kapten Laut Pelaut Sarifudin Slamet P. Sementara perwira upacara dijabat Lettu Laut Pelaut Hendrik Triwibowo. Komandan Kompi Paskibraka dijabat Lettu Laut (PM) Nefida Prima Laksana.

Sementara itu, komandan peleton Paskibraka dipercayakan kepada Akhmad Annur dari SMA Negeri 1 Sangatta Utara.

Dalam Pasukan 3 Paskibraka, posisi pembentang diisi Andri Benyamin dari SMA Negeri 1 Sangatta Selatan. Posisi Danpok dijalankan Marten Ozi Fery Febrian Wejaya dari SMA Negeri 1 Muara Wahau.

Sedangkan penggerek bendera dipercayakan kepada Mettew Alin Grifith dari SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Korsik dan paduan suara berasal dari YPPSB Prima Sangatta.

Para anggota Paskibraka tersebut merupakan putra-putri terpilih dari berbagai sekolah di Kutim yang mendapat pembinaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), TNI-Polri, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kutim.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi seluruh petugas yang telah menjalankan tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurut Ardiansyah, Paskibraka tidak sekadar menjalankan tugas dalam prosesi pengibaran bendera, tetapi juga menjadi bagian dari generasi muda yang dipersiapkan untuk meneruskan perjuangan pembangunan.

“Paskibraka telah mengikrarkan diri sebagai pemuda generasi penerus bangsa pada 16 Agustus lalu. Mereka sudah membuktikan kesiapan dan dedikasinya dengan sangat baik hari ini,” ujar Ardiansyah.

Ia mengatakan, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk memahami sejarah sekaligus mengambil peran dalam pembangunan.

“Tidak ada kata berhenti membangun karena semangat perjuangan para pahlawan tidak akan pernah hilang,” tegasnya.