638 Meter Jalan Terdampak Longsor di Krayan Ditangani, Akses Warga Mulai Terbuka

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Pengerjaan ruas jalan yang menghubungkan Krayan Barat dan Krayan Selatan. (Foto: BPBD Nunukan)
Pengerjaan ruas jalan yang menghubungkan Krayan Barat dan Krayan Selatan. (Foto: BPBD Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

638 Meter Jalan Terdampak Longsor di Krayan Ditangani, Akses Warga Mulai Terbuka

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Pengerjaan ruas jalan yang menghubungkan Krayan Barat dan Krayan Selatan. (Foto: BPBD Nunukan)
Pengerjaan ruas jalan yang menghubungkan Krayan Barat dan Krayan Selatan. (Foto: BPBD Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

638 Meter Jalan Terdampak Longsor di Krayan Ditangani, Akses Warga Mulai Terbuka

Pengerjaan ruas jalan yang menghubungkan Krayan Barat dan Krayan Selatan. (Foto: BPBD Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN - Upaya memulihkan konektivitas masyarakat di wilayah perbatasan Krayan, Kabupaten Nunukan, terus dilakukan menyusul kerusakan sejumlah ruas jalan akibat longsor.

Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nunukan mengerahkan personel dan alat berat untuk melakukan penanganan darurat di sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan berada pada jalur penghubung Krayan Barat menuju Krayan Selatan.

Kondisi badan jalan di kawasan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan kendaraan yang melintas.

Kasubbid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan tim gabungan saat ini telah memasuki titik ketiga dalam rangkaian pekerjaan perbaikan darurat. Panjang jalan yang telah ditangani mencapai sekitar 638 meter.

“Total perbaikan darurat yang telah dikerjakan sampai hari ini sudah mencapai sekitar 638 meter,” ujar Hasanuddin. 

Menurutnya, pekerjaan dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan alat berat untuk membuka kembali badan jalan, sekaligus memperkuat bagian-bagian jalan yang mengalami kerusakan agar dapat kembali dilewati.

Penanganan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengembalikan akses transportasi masyarakat di kawasan Krayan yang memiliki karakteristik geografis dan medan cukup berat.

Kemajuan pekerjaan mulai memberikan hasil, setidaknya dua kendaraan dilaporkan telah berhasil melewati ruas jalan yang sebelumnya sulit dilintasi.

Kendati demikian, akses tersebut belum dapat dikategorikan normal karena kondisi medan masih membutuhkan kehati-hatian dan kendaraan dengan kemampuan khusus.

Hasanuddin menjelaskan, waktu tempuh pada jalur yang telah ditangani kini mulai mengalami perubahan.

Jika sebelumnya perjalanan dapat berlangsung sangat lama hingga pengendara terpaksa bermalam di kawasan hutan akibat sulitnya kondisi jalan, maka kini perjalanan dapat ditempuh sekitar empat hingga lima jam.

“Sekarang sudah bisa ditempuh sekitar empat sampai lima jam. Namun, kendaraan yang melintas harus benar-benar dalam kondisi baik dan memiliki spesifikasi khusus untuk melalui jalur tersebut,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan darurat yang dilakukan mulai membuka kembali akses transportasi, meskipun belum sepenuhnya mengembalikan kondisi jalan seperti sebelum terjadi longsor.

Untuk itu, masyarakat yang hendak melintasi jalur tersebut diimbau tetap memperhatikan kondisi kendaraan, medan dan situasi terkini di lapangan.

Pengguna jalan juga perlu mengutamakan keselamatan karena masih terdapat sejumlah titik yang dalam proses perbaikan.

Hasanuddin menyebut keberlangsungan pekerjaan sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Hingga saat ini, cuaca yang relatif mendukung menjadi faktor positif bagi tim di lapangan untuk memaksimalkan pengerahan alat berat.

“Kita harapkan pekerjaan ini terus berlangsung dengan baik. Alhamdulillah, kondisi cuaca juga cukup mendukung,” katanya.

Tim gabungan menargetkan penanganan darurat dapat terus dikebut dalam beberapa hari mendatang. Apabila kondisi cuaca tetap mendukung dan alat berat dapat beroperasi secara optimal, termasuk pada malam hari, pekerjaan di sejumlah titik diharapkan dapat diselesaikan dalam kurun empat hingga lima hari.

“Hari ini kita masih melakukan perbaikan. Kami berharap dalam empat sampai lima hari ke depan, apabila cuaca mendukung dan alat dapat bekerja secara maksimal dari siang hingga malam, pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Ia menegaskan, penyelesaian penanganan darurat menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menggunakan jalur tersebut dengan lebih aman dan lancar.

“Semoga semuanya berjalan lancar sehingga pekerjaan dapat terselesaikan dan warga segera dapat melintas di jalur-jalur yang telah dilakukan perbaikan darurat,” katanya.

Penanganan darurat sepanjang 638 meter tersebut menjadi salah satu tahapan awal dalam memulihkan akses masyarakat. Pemerintah daerah masih harus memastikan pekerjaan berlangsung secara optimal hingga seluruh titik kerusakan dapat ditangani dan jalur kembali berfungsi secara lebih layak.