Banner ADV

Kreativitas Warga Karang Ambun Meriahkan HUT ke-81 RI, Permainan Tradisional Kembali Dihidupkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Lukisan permainan ular tangga raksasa yang menghiasi jalan di, RT 12 Kelurahan Karang Ambun, Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Lukisan permainan ular tangga raksasa yang menghiasi jalan di, RT 12 Kelurahan Karang Ambun, Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kreativitas Warga Karang Ambun Meriahkan HUT ke-81 RI, Permainan Tradisional Kembali Dihidupkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Lukisan permainan ular tangga raksasa yang menghiasi jalan di, RT 12 Kelurahan Karang Ambun, Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Lukisan permainan ular tangga raksasa yang menghiasi jalan di, RT 12 Kelurahan Karang Ambun, Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kreativitas Warga Karang Ambun Meriahkan HUT ke-81 RI, Permainan Tradisional Kembali Dihidupkan

Lukisan permainan ular tangga raksasa yang menghiasi jalan di, RT 12 Kelurahan Karang Ambun, Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin

TANJUNG REDEB – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) terasa hingga lingkungan permukiman di Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb. 

Kreativitas warga di 19 RT tidak hanya ditunjukkan melalui pemasangan bendera dan ornamen kemerdekaan, tetapi juga dengan menghidupkan kembali permainan tradisional dan kearifan lokal.

Salah satu yang mencuri perhatian berada di RT 12, khususnya kawasan Gang Lestari. Warga menghias jalan dan lingkungan dengan beragam kreasi bertema 17 Agustus.

Uniknya, dekorasi tersebut turut mengangkat permainan tradisional seperti dakon dan ular tangga yang dibuat dalam ukuran besar dan dapat dimainkan bersama.

Lurah Karang Ambun, Muliana mengapresiasi kreativitas warga yang dinilainya mampu membuat perayaan kemerdekaan lebih dari sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak, ibu-ibu hingga bapak-bapak menunjukkan kuatnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kreativitas warga. Mereka mengangkat kearifan lokal dan budaya Nusantara. Ada dakon, ular tangga dan berbagai permainan tradisional yang melibatkan anak-anak, ibu-ibu maupun bapak-bapak,” ujar Muliana.

Ia mengatakan kreativitas tersebut juga menjadi cara untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda yang kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai, sehingga Kelurahan Karang Ambun mendorong setiap RT untuk menghadirkan kegiatan yang mengedepankan budaya dan kearifan lokal.

“Sekarang anak-anak banyak dengan gadget. Dulu kita bermain permainan tradisional. Jadi kami mengimbau setiap RT bisa mengangkat budaya lokal dan kearifan lokal dalam kegiatan 17 Agustus,” katanya.

Semarak kemerdekaan juga diramaikan dengan berbagai perlombaan di masing-masing RT. Kelurahan Karang Ambun bahkan menyiapkan penilaian untuk menentukan RT paling semarak, mulai dari juara pertama hingga juara harapan tiga dari total 19 RT.

Penilaian nantinya dilakukan oleh tim juri yang melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dengan pendampingan dari pihak kelurahan. Aspek kreativitas dan keunikan menjadi salah satu perhatian, namun Muliana menegaskan ada hal yang tidak boleh dilupakan, yakni pemasangan bendera Merah Putih.

“Dekorasinya boleh bagus dan kreatif, tetapi jangan sampai melupakan bendera dan umbul-umbul. Edaran dari Bupati sudah kami teruskan ke RT dan kami monitor. Yang paling utama tetap bendera Merah Putih,” tegasnya.

Menurut Muliana, setiap RT memiliki karakter dan kreativitas masing-masing. Namun, RT 12 menjadi salah satu yang menonjol karena mampu mengemas gang-gang permukiman dengan konsep berbeda sekaligus menghadirkan permainan tradisional sebagai bagian dari kemeriahan HUT Kemerdekaan.

Ia berharap semarak kemerdekaan di lingkungan masyarakat tidak berhenti pada dekorasi, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, menumbuhkan gotong royong dan mengenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda. (Adv)