BPBD Kota Samarinda Imbau Warga Waspada Kebakaran Lahan selama Musim Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BPBD Kota Samarinda Imbau Warga Waspada Kebakaran Lahan selama Musim Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BPBD Kota Samarinda Imbau Warga Waspada Kebakaran Lahan selama Musim Kemarau

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Memasuki periode musim kemarau, masyarakat Samarinda diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Warga diingatkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama di wilayah yang memiliki risiko kebakaran sedang hingga tinggi.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan imbauan tersebut telah disampaikan kepada masyarakat melalui pemasangan spanduk di sejumlah kecamatan, serta sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan kebakaran.

Menurutnya, kondisi kemarau tahun ini perlu diwaspadai lantaran berdasarkan prediksi BMKG, periode Juni hingga September diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Misalnya tidak membakar sampah, tidak membuka hutan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan,” ungkap Suwarso.

Selain menghindari aktivitas yang dapat memicu api, masyarakat juga diminta turut memantau wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Hal ini menjadi penting mengingat sejumlah kawasan tercatat mengalami kejadian kebakaran lahan secara berulang.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan serta melakukan apel gabungan bersama TNI, Polri dan relawan sebagai bagian dari langkah pencegahan dan penanganan kebakaran lahan maupun hutan.

Berdasarkan data BPBD Samarinda per 14 Agustus 2026, sejak Januari tercatat 46 kejadian kebakaran lahandengan total luasan mencapai sekitar 46 hektare.

Suwarso mengatakan, selain ancaman kebakaran, musim kemarau juga perlu diantisipasi dari sisi ketersediaan air. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air dan memanfaatkan sumber air alternatif apabila tersedia.

Sementara itu, meski banyak terjadi kebakaran kualitas udara di Samarinda hingga saat ini masih berada dalam kategori aman berdasarkan pemantauan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena kebakaran lahan dalam skala luas dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat, khususnya risiko gangguan pernapasan.

"Untuk sementara kategorinya untuk kualitas udara di Samarinda masih aman," pungkasnya.