Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Upaya mengurangi sampah dari lingkungan tempat tinggal terus didorong Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb.
Tak hanya mengandalkan pengelolaan sampah organik, kelurahan kini mulai memperkuat pemanfaatan sampah anorganik menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna.
Lurah Karang Ambun, Muliana, mengatakan perhatian terhadap sampah anorganik menjadi fokus lanjutan setelah berbagai kegiatan pengolahan sampah organik sebelumnya telah berjalan. Mulai dari pembuatan eco-enzyme, biopori hingga pupuk telah diperkenalkan kepada masyarakat.
“Kalau untuk organik sudah sering. Sekarang kami lebih fokus pada barang yang sulit terurai atau anorganik,” ujar Muliana.
Melalui pelatihan yang telah digelar, masyarakat diajak mengubah barang yang selama ini dianggap tidak berguna menjadi produk kreatif. Tutup botol, sedotan dan berbagai bahan bekas lainnya diolah menjadi gantungan kunci, tempat tisu, toples hingga taplak meja.
Menurut Muliana, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Kelurahan akan terus melakukan pendampingan dan monitoring agar kebiasaan memilah serta mengolah sampah dapat tumbuh dari tingkat rumah tangga.
“Karena mengurangi sampah itu dimulai dari rumah sendiri. Kami juga sudah membuat edaran untuk mendorong masyarakat melakukan pengelolaan sampah dari rumah,” katanya.
Pelatihan tersebut juga dirancang agar menjangkau masyarakat secara luas. Pesertanya merupakan perwakilan dari 19 RT di Kelurahan Karang Ambun, dengan melibatkan anggota bank sampah, pelaku UMKM, PKK, LPM dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Karang Ambun sendiri memiliki lima bank sampah yang menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah di lingkungan kelurahan.
Muliana menegaskan, program serupa akan terus dilanjutkan. Bahkan, pihaknya tengah menyiapkan pelatihan berikutnya melalui dukungan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan materi yang masih berkaitan dengan pemanfaatan sampah anorganik.
“Kami ingin pelatihannya lebih beragam. Untuk narasumber masih kami koordinasikan, apakah dari Dekranasda atau DLHK,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Kelurahan Karang Ambun juga membuka ruang kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sebelumnya, pelatihan menghadirkan narasumber melalui Dekranasda dengan dukungan koordinasi bersama Diskoperindag.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengelolaan sampah tidak sekadar menjadi gerakan kebersihan, tetapi juga dapat berkembang menjadi kegiatan produktif. Produk hasil daur ulang nantinya berpeluang diperkenalkan lebih luas sekaligus membuka ruang kreativitas dan potensi ekonomi bagi masyarakat.
“Kami akan terus kolaborasi dengan OPD terkait. Kalau sendiri tentu ada keterbatasan. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Muliana. (Adv)



