Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim bersama beberapa pihak dan kelompok melaksanakan transplantasi terumbu karang di kawasan rehabilitasi terumbu karang Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan secara swadaya tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi lingkungan sekaligus investasi jangka panjang untuk menjaga kelestarian ekosistem bawah laut dan daya tarik wisata Pulau Miang bagi generasi mendatang.
Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal mengatakan, kegiatan transplantasi karang tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dispar Kaltim, Yekhalis Scuba School, Pokdarwis Pulau Miang, akademisi, dan media.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian terumbu karang, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pengelola wisata agar semakin memahami pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
“Ini bukan hanya soal menanam karang, tetapi bagaimana membangun kesadaran bersama bahwa terumbu karang merupakan bagian penting dari ekosistem laut sekaligus aset wisata yang harus dijaga,” kata Faisal, sapaannya.
Dalam kegiatan tersebut, tim menanam sebanyak 75 fragmen karang menggunakan lima modul MARRS Spider atau Reefstar. Sebelum diturunkan ke dasar laut, fragmen-fragmen karang terlebih dahulu dipasang secara bersama-sama di dermaga.
Ia menjelaskan bahwa proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai tahapan transplantasi dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem terumbu karang.
Faisal menegaskan, meskipun jumlah fragmen yang ditanam belum besar, kegiatan tersebut memiliki makna penting sebagai langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif terhadap keberlanjutan lingkungan laut.
Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan dan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga rehabilitasi terumbu karang di Pulau Miang tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga kekayaan bawah laut Kaltim.
“Jumlahnya mungkin belum banyak, tetapi yang paling penting adalah semangat dan kesadaran yang dibangun. Dari langkah kecil seperti ini, kita berharap ekosistem terumbu karang Pulau Miang bisa terus tumbuh dan dinikmati generasi mendatang,” pungkasnya.


