Banner ADV

CCTV Tak Hanya untuk Keamanan, Pemkab Berau Target Pasang 1.000 Titik Pantauan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

CCTV Tak Hanya untuk Keamanan, Pemkab Berau Target Pasang 1.000 Titik Pantauan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

CCTV Tak Hanya untuk Keamanan, Pemkab Berau Target Pasang 1.000 Titik Pantauan

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memperluas pemanfaatan teknologi untuk memantau kondisi wilayah secara lebih cepat dan aktual. Salah satunya melalui pengadaan kamera pengawas atau CCTV yang ke depan ditargetkan terpasang hingga 1.000 titik di berbagai lokasi strategis.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengatakan pengembangan CCTV tersebut tidak hanya diarahkan untuk kepentingan keamanan. Kamera yang terpasang nantinya diharapkan menjadi bagian dari sistem pemantauan pemerintah terhadap kondisi masyarakat dan pelayanan publik.

“Target kita itu 1.000 titik. Bisa ditempatkan di tempat-tempat umum, misalnya Pelabuhan Sanggam, tempat pembuangan sampah, kemudian kantor-kantor pelayanan seperti kelurahan, kecamatan dan Mal Pelayanan Publik,” ujar Didi.

Untuk tahap awal, pemerintah menyiapkan 25 titik CCTV. Pengadaan tersebut saat ini masih dalam proses lelang dan lokasi pemasangannya untuk sementara diarahkan di kawasan perkotaan.

Didi menjelaskan, keberadaan CCTV nantinya memungkinkan pemerintah daerah memperoleh gambaran kondisi lapangan secara lebih aktual. Dengan begitu, kepala daerah maupun perangkat daerah terkait dapat mengetahui situasi di lokasi pelayanan tanpa harus selalu turun langsung ke lapangan.

“Jadi pemerintah daerah, dalam hal ini kepala daerah, bisa melihat kondisi aktual masyarakat, terutama dalam hal pelayanan,” katanya.

Namun, pemanfaatan CCTV tidak berhenti pada kebutuhan pemerintah daerah. Sistem tersebut juga berpeluang dikembangkan melalui kolaborasi dengan instansi lain, seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mendukung pemantauan lalu lintas.

Termasuk untuk sektor kebersihan dan ketertiban umum. Kamera di sejumlah titik nantinya dapat membantu melihat kondisi lingkungan, termasuk aktivitas di lokasi pembuangan sampah maupun potensi pelanggaran ketertiban.

Menurut Didi, pemasangan 25 titik awal diharapkan dapat segera dilakukan setelah proses lelang selesai dan pemenang ditetapkan. Setelah tahap awal berjalan, pengembangan jaringan CCTV akan dilakukan secara bertahap menuju target 1.000 titik.

“Kalau proses lelang sudah selesai dan sudah ada pemenangnya, berarti CCTV itu sudah bisa segera dipasang,” pungkasnya. (Adv)