Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan
TANA PASER - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser telah mencatat enam desa yang telah masuk kategori rawan pangan, yakni Desa Rantau Layung, Rantau Buta, Selengot, Labuang Kalo. kayungo Sari dan Keladen.
“Enam desa di Paser masuk kategori rawan pangan. Ini menjadi fokus kami di Dinas Ketahanan Pangan Paser. Bagaimana bisa membuat enam desa tersebut menjadi desa mandiri pangan,“ kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muhammad Arfah, Selasa (18/8/2026).
Aspek yang menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan terhadap enam desa itu adalah aspek ketersediaan pangan rasio luas lahan pertanian terhadap jumlah penduduk, atau lahan pertanian produktif dibandingkan dengan total jiwa di desa.
Aspek rasio Sarana dan Prasarana (Sarpras) ekonomi penyedia pangan yang meliputi, jumlah pasar, toko, warung, atau minimarket dibandingkan dengan jumlah rumah tangga.
Aspek Keterjangkauan Pangan yakni Persentase penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah. Dengan indikator rasio jumlah rumah tangga miskin atau kelompok desil bawah di desa.
Aspek ketersediaan akses penghubung atau infrastruktur jalan dan jembatan. Aspek pemanfaatan pangan dan kesehatan rasio rumah tangga tanpa akses air bersih. Serta rasio tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk.
“Kendala utama kamu untuk mendorong enam desa itu menjadi Desa Mandiri Pangan adalah ketersediaan infrastruktur yang kurang memadai dan tidak ada,” tutur Arfah.
Kondisi infrastruktur yang kurang memadai bahkan tidak ada, juga menghambat penyaluran program bantuan yang tengah dijalankan Dinas Ketahanan Pangan untuk mengantisipasi kurangnya ketersediaan pangan.
Meski demikian, Arfah tetap berupaya agar pendistribusian bantuan berupa beras bagi warga miskin kategori desil satu sampai lima di setiap desa rawan pangan.
Arfah mengklaim telah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun instansi terkait, untuk memperoleh dukungan agar bantuan yang disediakan dapat disalurkan.
“Kami optimis dan terus berupaya agar enam desa rawan pangan bisa nik status menjelang desa mandiri pangan,” tandas Arfah.


