Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu bekal penting bagi pelaku pariwisata Berau dalam menyambut wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.
Melihat kebutuhan tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mulai memperluas pelatihan bahasa Inggris dari pusat kota hingga kawasan yang menjadi gerbang menuju destinasi unggulan.
Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Asri Toldo, mengatakan program yang sebelumnya berjalan di Dermaga Sanggam Tanjung Redeb kini telah memasuki pekan ketiga.
Antusiasme peserta menjadi salah satu alasan program tersebut terus dilanjutkan.
Menurutnya, pelatihan tidak sekadar ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing, tetapi juga membangun kepercayaan diri pelaku wisata ketika berhadapan langsung dengan wisatawan. Kemampuan menjelaskan destinasi, memberikan informasi, hingga melayani kebutuhan pengunjung dinilai akan semakin penting seiring berkembangnya sektor pariwisata Berau.
Pengembangan program kemudian diarahkan ke Dermaga Tanjung Batu. Sebagai salah satu akses menuju kawasan Kepulauan Derawan, pelaku wisata di wilayah tersebut dinilai memiliki posisi strategis dalam memberikan kesan awal kepada wisatawan yang datang.
“Di Tanjung Batu pelatihannya berlangsung setiap Rabu dan Kamis, sementara di Dermaga Sanggam dilaksanakan Senin dan Rabu,” ujar Asri.
Namun, pelaksanaan di Tanjung Batu masih menghadapi tantangan dari sisi keterlibatan peserta. Peserta yang mengikuti pelatihan sejauh ini masih didominasi masyarakat di sekitar kawasan dermaga.
Disbudpar pun tengah menyiapkan skema yang lebih terarah dengan menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar jangkauan pelatihan tidak berhenti pada masyarakat sekitar dermaga saja.
Langkah serupa juga diproyeksikan menyasar kawasan kepulauan. Pulau Maratua menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk penguatan kapasitas pelaku wisata melalui pelatihan bahasa Inggris yang ditargetkan mulai berjalan sekitar Oktober 2026.
Program di Maratua nantinya akan berjalan beriringan dengan rencana peluncuran Learning Center. Disbudpar juga menyiapkan tenaga pengajar yang dapat ditempatkan di kawasan destinasi, sehingga proses peningkatan kemampuan SDM dapat berlangsung secara rutin dan berkesinambungan.
Asri menegaskan, penguatan kemampuan bahasa asing merupakan bagian dari strategi meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata Berau. Dengan semakin terbukanya Berau terhadap kunjungan wisatawan dari berbagai negara, masyarakat lokal yang berada di garis depan pelayanan perlu memiliki kemampuan komunikasi yang memadai.
“Pariwisata tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berkomunikasi. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku wisata lokal menjadi bagian penting yang terus kami dorong,” pungkasnya. (Adv)



