Pawai HUT ke-81 RI di Kukar Dibatalkan, Cuaca Ekstrem dan Asap Karhutla Jadi Pertimbangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Momen pawai pembangunan Kukar tahun 2025. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Momen pawai pembangunan Kukar tahun 2025. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pawai HUT ke-81 RI di Kukar Dibatalkan, Cuaca Ekstrem dan Asap Karhutla Jadi Pertimbangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Momen pawai pembangunan Kukar tahun 2025. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Momen pawai pembangunan Kukar tahun 2025. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pawai HUT ke-81 RI di Kukar Dibatalkan, Cuaca Ekstrem dan Asap Karhutla Jadi Pertimbangan

Momen pawai pembangunan Kukar tahun 2025. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memutuskan membatalkan pelaksanaan Pawai Pembangunan dan Budaya yang sedianya digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pawai tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) mulai pukul 07.00 Wita. Namun, kondisi cuaca yang cukup ekstrem serta kualitas udara yang mulai terpengaruh asap kebakaran hutan menjadi pertimbangan pemerintah untuk menghentikan agenda tersebut.

Keputusan itu tertuang dalam surat Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar Nomor 489/650/PROKOMPIM.III/VIII/2026 tertanggal 18 Agustus 2026. Surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono tersebut ditujukan kepada sejumlah pihak yang sebelumnya dijadwalkan berpartisipasi dalam pawai.

Dalam surat tersebut disebutkan, suhu udara di wilayah Kukar pada siang hari diperkirakan berada pada kisaran 34 hingga 36 derajat Celsius. Kondisi panas tersebut dinilai berisiko bagi peserta, terlebih kegiatan pawai mengharuskan masyarakat beraktivitas di ruang terbuka dalam jumlah besar.

Tak hanya persoalan suhu, Pemkab Kukar juga mempertimbangkan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah yang mulai terdampak asap akibat kebakaran hutan. Paparan panas dan asap dikhawatirkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk sengatan panas atau heat stroke serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Atas pertimbangan tersebut, Pemkab Kukar memilih membatalkan kegiatan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Pelaksanaan Pawai Pembangunan dan Budaya Tahun 2026 DIBATALKAN karena kondisi tersebut di atas,” demikian bunyi keputusan dalam surat Sekda Kukar, Sunggono.

Pembatalan ini sekaligus mengubah agenda yang sebelumnya telah disiapkan oleh berbagai pihak. Peserta pawai sedianya melibatkan unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, perusahaan daerah hingga kelompok masyarakat.

Sejumlah kelompok masyarakat yang direncanakan ikut ambil bagian antara lain paguyuban, pelajar dari tingkat SD hingga SMA, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan serta organisasi wanita.

Dengan melibatkan peserta dalam jumlah besar, kegiatan tersebut dinilai memiliki potensi risiko kesehatan apabila tetap dilaksanakan di tengah kondisi cuaca panas dan kualitas udara yang kurang baik.

Pemkab Kukar menegaskan keputusan pembatalan diambil dengan mengutamakan faktor keselamatan masyarakat. Kondisi cuaca dan kualitas udara menjadi pertimbangan utama agar perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak justru menimbulkan risiko kesehatan bagi peserta maupun masyarakat yang hadir.