Lupa Matikan Kompor Saat Terima Telepon, Dapur Rumah Warga Sebatik Timur Nyaris Dilahap Api

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Dapur milik Hj Tenni yang terbakar akibat kelalaiannya saat menerima panggilan telepon. (Foto: Damkar Nunukan)
Dapur milik Hj Tenni yang terbakar akibat kelalaiannya saat menerima panggilan telepon. (Foto: Damkar Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lupa Matikan Kompor Saat Terima Telepon, Dapur Rumah Warga Sebatik Timur Nyaris Dilahap Api

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Dapur milik Hj Tenni yang terbakar akibat kelalaiannya saat menerima panggilan telepon. (Foto: Damkar Nunukan)
Dapur milik Hj Tenni yang terbakar akibat kelalaiannya saat menerima panggilan telepon. (Foto: Damkar Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lupa Matikan Kompor Saat Terima Telepon, Dapur Rumah Warga Sebatik Timur Nyaris Dilahap Api

Dapur milik Hj Tenni yang terbakar akibat kelalaiannya saat menerima panggilan telepon. (Foto: Damkar Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN — Kelalaian saat melakukan aktivitas memasak kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah.

Rumah milik Hj Tenni di RT 01, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan nyaris mengalami kebakaran setelah kompor yang digunakan untuk menggoreng ikan dibiarkan tetap menyala.

Peristiwa tersebut terjadi ketika pemilik rumah sedang memasak. Di tengah kegiatan tersebut, Hj Tenni menerima telepon sehingga perhatiannya teralihkan. Tanpa disadari, kompor yang masih digunakan untuk memasak belum dimatikan.

Api yang terus menyala kemudian memicu kebakaran pada bagian dapur. Kobaran api merembet ke dinding dapur yang menggunakan material papan dan mudah terbakar.

Situasi tersebut dengan cepat diketahui warga sekitar. Masyarakat kemudian melakukan upaya penanganan awal dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk memastikan api tidak semakin membesar.

Kesigapan warga bersama petugas berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke bagian lain rumah. Kondisi tersebut juga mencegah potensi kerusakan yang lebih besar, mengingat sebagian bangunan menggunakan material yang mudah terbakar.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nunukan, Wahyudi Kawariyin mengatakan kejadian tersebut menunjukkan bahwa kebakaran rumah dapat bermula dari kelalaian sederhana yang sebenarnya dapat dicegah.

“Awalnya kompor digunakan untuk menggoreng ikan, kemudian pemilik rumah menerima telepon dan lupa mematikannya. Akibatnya, dinding dapur yang terbuat dari papan terbakar,” ujar Wahyudi, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, masyarakat perlu memberikan perhatian penuh ketika sedang melakukan aktivitas memasak. Kompor yang menyala tidak seharusnya ditinggalkan, termasuk untuk keperluan yang dianggap hanya berlangsung sebentar.

Wahyudi menilai, perhatian yang teralihkan dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Apalagi, api dari kompor dapat dengan cepat menyambar material di sekitarnya apabila terdapat benda yang mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat jangan meninggalkan kompor dalam kondisi menyala, meskipun hanya sebentar. Pastikan kompor benar-benar dimatikan setelah selesai digunakan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap aktivitas memasak sebagai kegiatan yang bebas dari risiko. Penggunaan kompor, terutama di dapur yang memiliki banyak material mudah terbakar, harus disertai kewaspadaan.

Karena itu, masyarakat diminta memastikan area sekitar kompor terbebas dari benda-benda yang mudah terbakar. Selain itu, kompor harus segera dimatikan setelah kegiatan memasak selesai dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan.

"Respons cepat dalam kejadian di Desa Tanjung Harapan tersebut menjadi salah satu faktor penting sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar," pungkasnya.