Investasi Usaha di Paser 2026 Baru Menyentuh Rp1 Triliun

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala DPMPTSP Paser, Totok Ifrianto. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)
Kepala DPMPTSP Paser, Totok Ifrianto. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Investasi Usaha di Paser 2026 Baru Menyentuh Rp1 Triliun

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala DPMPTSP Paser, Totok Ifrianto. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)
Kepala DPMPTSP Paser, Totok Ifrianto. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Investasi Usaha di Paser 2026 Baru Menyentuh Rp1 Triliun

Kepala DPMPTSP Paser, Totok Ifrianto. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin 

TANA PASER - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Paser baru merealisasikan investasi sekitar Rp1 triliun dari target yang ditentukan tahun ini sebanyak Rp5,5 triliun.

Kepala DPMPTSP Paser, Totok Ifrianto menyatakan realisasi investasi yang terbilang masih jauh dari target. Ini karena keterbatasan aktivitas lapangan akibat kebijakan efisien anggaran.

Padahal, kata dia, aktivitas lapangan berupa pengawasan merupakan bagian penting untuk mengetahui perkembangan usaha sekaligus mengidentifikasi potensi investasi yang dapat dikembangkan.

“Pengawasan lapangan terhadap pelaku usaha mau tidak mau dibatasi, akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran,” kata Totok Ifrianto, Selasa (18/8/2026).

Keterbatasan itu membuat DPMPTSP Paser hanya mampu mengoptimalkan pemanfaatan sistem digital, termasuk Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan pelaku usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS).

DPMPTSP Paser juga telah mengembangkan peta potensi investasi berbasis web yang mulai dibangun pada 2025. Hanya dengan cara itulah, DPMPTSP Paser bisa memantau perkembangan usaha dan potensi investasi.

Peta potensi berbasis web ini dikembangkan agar investor bisa mendapatkan gambaran mengenai peluang investasi di Paser. Data dari berbagai sektor dimasukkan secara bertahap sehingga informasi potensi daerah dapat diakses dengan lebih mudah.

“Kami harap sistem tersebut menjadi salah satu sarana promosi bagi calon investor untuk mengenali potensi usaha yang tersedia di Paser. Sehingga masih ada peluang meningkatkan investor di Paser,” tuturnya.

Totok menambahkan, realisasi investasi di Paser sendiri berasal dari sejumlah sektor non-UMK, di antaranya pertambangan, perkebunan dan jasa konstruksi, termasuk kontribusi dari PT Kideco Jaya Agung.