Panas Membara Diprediksi Berlanjut hingga September, Suhu di Samarinda Sentuh 35 Derajat Celsius

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Terik matahari pagi di Kota Samarinda, Rabu (19/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Terik matahari pagi di Kota Samarinda, Rabu (19/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Panas Membara Diprediksi Berlanjut hingga September, Suhu di Samarinda Sentuh 35 Derajat Celsius

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Terik matahari pagi di Kota Samarinda, Rabu (19/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Terik matahari pagi di Kota Samarinda, Rabu (19/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Panas Membara Diprediksi Berlanjut hingga September, Suhu di Samarinda Sentuh 35 Derajat Celsius

Terik matahari pagi di Kota Samarinda, Rabu (19/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Kondisi cuaca panas masih berpotensi dirasakan masyarakat Kota Samarinda seiring berlangsungnya musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda memperkirakan suhu maksimum di Kota Tepian telah mencapai 35 derajat Celsius pada Agustus 2026.

Forecaster BMKG Samarinda, Fiona Alya Hanifah mengatakan, suhu maksimum pada bulan sebelumnya tercatat masih berada di kisaran 34,1 derajat Celsius. Namun, memasuki Agustus, suhu disebut mengalami peningkatan, menyentuh angka 35 derajat Celsius.

“Kalau bulan kemarin masih sekitar 34,1, tapi bulan ini sempat menyentuh 35 derajat celsius,” ujar Fiona, Selasa (18/8/2026). 

Menurutnya, peningkatan suhu tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan satu faktor. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh tutupan awan serta tingkat kelembapan udara.

Semakin sedikit tutupan awan dan semakin kering kondisi udara, potensi suhu udara meningkat juga dapat terjadi. Karena itu, kondisi cuaca harian masih akan terus dipantau BMKG.

“Bisa saja meningkat lagi tergantung dari tutupan awan dan seberapa kering kondisi udara, itu masih terus dipantau," jelasnya.

Selain suhu yang berpotensi meningkat, Samarinda juga masih berada dalam periode dengan curah hujan rendah. Untuk dasarian kedua dan ketiga Agustus, curah hujan diprakirakan berada dalam kategori sangat rendah, yakni di bawah 30 milimeter dalam periode 10 hari.

Kondisi tersebut membuat peluang hujan dengan intensitas tinggi relatif rendah. Meski hujan masih mungkin terjadi, Fiona menyebut intensitasnya diprakirakan cenderung ringan.

BMKG Samarinda memperkirakan musim kemarau di wilayah Samarinda dan sekitarnya masih akan berlangsung hingga September atau awal Oktober.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Pemantauan terhadap perkembangan suhu dan curah hujan juga masih dilakukan BMKG untuk melihat perubahan kondisi selama periode kemarau.