Kabut Asap Mulai Muncul, Wali Kota Samarinda Dorong Penanganan Karhutla Lintas Daerah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kabut Asap Mulai Muncul, Wali Kota Samarinda Dorong Penanganan Karhutla Lintas Daerah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kabut Asap Mulai Muncul, Wali Kota Samarinda Dorong Penanganan Karhutla Lintas Daerah

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Munculnya kabut asap di sejumlah kawasan di Kalimantan Timur menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. 

Wali Kota Samarinda Andi Harun menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak bisa hanya dilakukan oleh satu daerah, mengingat dampak asap dapat menyebar hingga lintas kabupaten dan kota.

Menurut Andi Harun, kebakaran lahan yang terjadi di satu wilayah berpotensi memberikan dampak terhadap daerah lain. Ia mencontohkan kejadian di Palaran, Samarinda, yang asapnya dapat berkontribusi terhadap kondisi udara di wilayah Balikpapan.

Begitu pula kebakaran di wilayah lain seperti kawasan poros Samarinda-Bontang maupun Kutai Kartanegara yang dinilai dapat berdampak terhadap Samarinda dan Bontang.

Karena dampaknya lintas wilayah, ia mendorong adanya gerakan bersama yang dikoordinasikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, koordinasi tersebut tidak cukup hanya dalam bentuk rapat administratif, tetapi harus menghasilkan pembagian tugas dan langkah teknis yang jelas antar daerah.

“Kalau cuma rapat koordinasinya secara administratif, ya tidak ada membawa perubahan signifikan,” katanya.

Ia menilai pemerintah kabupaten dan kota perlu membawa perangkat masing-masing dalam koordinasi tersebut, sekaligus menyampaikan kesiapan personel maupun kebutuhan anggaran. Selanjutnya, pemerintah provinsi dapat menjadi koordinator agar penanganan karhutla dilakukan secara terpadu.

Sementara untuk wilayah Samarinda, Andi Harun memastikan pemerintah daerah telah menyiagakan sejumlah perangkat untuk menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Pemkot Samarinda menyiagakan pemadam kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perangkat daerah lainnya. Koordinasi juga dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ia mengatakan kesiapsiagaan tersebut bahkan telah dilakukan sebelum munculnya sejumlah kejadian kebakaran lahan di Palaran dan Samarinda Utara.

Menurutnya, kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino menjadi tantangan yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan pemerintah. Namun, kesiapan perangkat daerah dan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan tetap diperlukan untuk mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran.

Andi Harun menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh daerah karena asap tidak mengenal batas administratif.

“Kalau ditanya khusus Samarinda, sebelum kejadian ada di Palaran dan di Samarinda Utara, kita sudah siagakan,” pungkasnya.