Panas Ekstrem, Tradisi Manutung Jukut di Hari Jadi Berau Ditiadakan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Festival Manutung Jukut, Tahun 2024 lalu. (Foto: Dok.Korankaltim.com)
Festival Manutung Jukut, Tahun 2024 lalu. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Panas Ekstrem, Tradisi Manutung Jukut di Hari Jadi Berau Ditiadakan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Festival Manutung Jukut, Tahun 2024 lalu. (Foto: Dok.Korankaltim.com)
Festival Manutung Jukut, Tahun 2024 lalu. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Panas Ekstrem, Tradisi Manutung Jukut di Hari Jadi Berau Ditiadakan

Festival Manutung Jukut, Tahun 2024 lalu. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Hari Jadi Kota Tanjung Redeb ke-216 tahun ini akan berlangsung dengan konsep berbeda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memutuskan meniadakan kegiatan Manutung Jukut yang selama ini menjadi salah satu tradisi dalam rangkaian perayaan hari jadi.

Keputusan tersebut diambil di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemkab Berau memilih mengalihkan kegiatan tersebut ke program yang dinilai lebih aman sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan masyarakat tetap akan mendapatkan ikan untuk diolah dan disantap bersama keluarga di rumah. 

Menurutnya, meski tidak ada kegiatan Manutung Jukut, semangat berbagi dalam rangkaian Hari Jadi Berau tetap harus dirasakan masyarakat.

“Saya minta perusahaan mensuport kami dalam membagikan ikan kepada masyarakat, walaupun tidak ada acara Manutung Jukut. Ikan ini nantinya bisa diolah masyarakat di rumah masing-masing,” ujar Sri Juniarsih.

Pengalihan kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut Surat Imbauan Bupati Berau Nomor 300.2.3/580/BPBD tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Kering di Kabupaten Berau tertanggal 11 Agustus 2026.

Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api, termasuk pembakaran terbuka dan penggunaan peralatan yang dapat memicu kebakaran selama kondisi cuaca panas dan kering yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Sebagai gantinya, rangkaian kegiatan akan diarahkan pada Program GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Ikan) serta Pasar Ikan dan Pangan Murah. Selain menjadi alternatif perayaan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi ikan, membantu menekan angka stunting, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Sri Juniarsih menegaskan, perubahan konsep tersebut tidak mengurangi makna peringatan hari jadi. Justru, pemerintah ingin momentum tersebut tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan kondisi lingkungan dan potensi bencana yang sedang dihadapi.

Dengan ditiadakannya Manutung Jukut, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat merayakan hari jadi dengan penuh kebersamaan, namun melalui kegiatan yang lebih aman dan memiliki dampak sosial langsung.