Banner ADV

DPRD Bontang: Keberhasilan MBG Tak Cukup Diukur dari Jumlah Makanan Tersalur

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Bontang: Keberhasilan MBG Tak Cukup Diukur dari Jumlah Makanan Tersalur

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Bontang: Keberhasilan MBG Tak Cukup Diukur dari Jumlah Makanan Tersalur

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – DPRD Kota Bontang menilai keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak cukup hanya dilihat dari jumlah makanan yang berhasil dibagikan kepada siswa.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan aspek keamanan pangan, kualitas makanan, serta kepercayaan orang tua harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan menyusul munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan di sekolah yang memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan makanan MBG.

“Harapannya, komunikasi antara mitra dan masyarakat semakin baik. Dengan begitu, distribusi makanan bergizi untuk anak-anak di Kota Bontang juga akan semakin berkualitas dan mendapat kepercayaan penuh dari para orang tua,” ungkap Andi Faiz, Rabu (19/8/2026).

Ia mengatakan pemerintah daerah dan DPRD perlu memastikan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) benar-benar diterapkan oleh SPPG dan mitra penyedia makanan.

Pengawasan akan dilakukan terhadap seluruh proses, mulai dari pengolahan makanan, pengemasan, transportasi, distribusi hingga penyajian di sekolah.

DPRD juga mengagendakan inspeksi mendadak secara berkala ke SPPG. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan pelaksanaan di lapangan tidak hanya sesuai administrasi, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan.

“Segala sesuatu yang sudah diputuskan sebagai standar kerja oleh BGN maupun SPPG itulah yang menjadi acuan dalam mengelola, menyiapkan, mendistribusikan, hingga menyajikan makanan,” jelasnya.

Selain pengawasan teknis, Andi Faiz meminta mitra SPPG membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, kekhawatiran orang tua harus dijawab dengan informasi yang jelas mengenai proses penyediaan makanan.

Dengan pengawasan yang lebih ketat dan komunikasi yang terbuka, DPRD berharap pelaksanaan MBG di Kota Bontang dapat berjalan lebih aman, berkualitas, dan mendapat kepercayaan masyarakat. (Adv)