Banner ADV

Di Bawah Ancaman Kemarau Panjang, Petani di Labanan Jaya Berhasil Panen Padi di Lahan Seluas 75 Hektare

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Syukuran panen padi di Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur. (Foto: Nur hidayah/Pusaranmedia.com)
Syukuran panen padi di Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur. (Foto: Nur hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Di Bawah Ancaman Kemarau Panjang, Petani di Labanan Jaya Berhasil Panen Padi di Lahan Seluas 75 Hektare

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Syukuran panen padi di Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur. (Foto: Nur hidayah/Pusaranmedia.com)
Syukuran panen padi di Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur. (Foto: Nur hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Di Bawah Ancaman Kemarau Panjang, Petani di Labanan Jaya Berhasil Panen Padi di Lahan Seluas 75 Hektare 

Syukuran panen padi di Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur. (Foto: Nur hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Berau tak sepenuhnya mematahkan semangat petani di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur. 

Di tengah ancaman kekeringan yang membuat sebagian lahan pertanian mengalami puso, petani setempat masih mampu memanen puluhan hektare sawah pada musim tanam 2026.

Capaian tersebut menjadi alasan Pemkab Berau bersama kelompok tani menggelar syukuran panen di areal persawahan Labanan Jaya, Kamis (20/8/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Berau, jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah terkait, penyuluh pertanian hingga masyarakat setempat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, menyebut hasil panen tahun ini menjadi capaian yang patut diapresiasi mengingat kondisi cuaca yang jauh dari ideal. Kekeringan tidak hanya mengurangi ketersediaan air bagi tanaman, tetapi juga meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit.

“Di tengah panas berkepanjangan, sebagian tanaman memang mengalami puso. Tetapi sebagian besar tanaman di Labanan Jaya masih bisa diselamatkan dan dipanen,” ujarnya.

Pada musim gadu kali ini, terdapat 118,7 hektare lahan yang ditanami. Dari luasan tersebut, sebanyak 75 hektare berhasil dipanen, sedangkan 11,5 hektare lainnya mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Hasil produksi yang diperoleh juga terdampak kondisi kemarau. Rata-rata produktivitas dari lahan yang berhasil dipanen berada di angka 3,19 ton per hektare. Padahal, dalam kondisi normal, produktivitas sawah di Labanan Jaya dapat mencapai sekitar 4,5 ton per hektare.

Salah satu padi yang dipanen secara simbolis merupakan varietas Kolosebo. Jenis padi tersebut tergolong premium dengan masa panen sekitar 95 hari. Meski produksinya turun dibandingkan kondisi normal, keberhasilan panen dinilai menunjukkan bahwa potensi pertanian Labanan Jaya masih cukup besar untuk dikembangkan.

Saat ini, luas lahan sawah di Labanan Jaya mencapai 336 hektare. Sebanyak 268 hektare merupakan luas baku sawah, sementara 68 hektare lainnya berasal dari program cetak sawah baru melalui kerja sama dengan TNI.

Bagi DTPHP Berau, momentum panen ini bukan sekadar seremoni. Labanan Jaya yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Berau diharapkan kembali menggeliat. Terlebih, salah satu tantangan yang kini dihadapi adalah regenerasi petani karena banyak pelaku usaha tani di kampung tersebut telah memasuki usia lanjut.

“Kami berharap momentum ini kembali membangkitkan motivasi petani untuk mengelola dan membuka lahannya. Labanan Jaya diharapkan bisa kembali menjadi salah satu penguat ketahanan pangan Berau,” kata Lita.

Pemerintah pun mendorong agar potensi lahan yang masih tersedia tidak dibiarkan menganggur. Dengan dukungan pengelolaan lahan, pendampingan petani serta antisipasi terhadap kondisi cuaca ekstrem, Labanan Jaya diharapkan mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu kawasan pertanian penting di Kabupaten Berau. (Adv)