Dinkes Kaltim Ajak Masyarakat Kurangi Konsumsi Gula, Garam dan Lemak untuk Cegah Penyakit

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)
Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinkes Kaltim Ajak Masyarakat Kurangi Konsumsi Gula, Garam dan Lemak untuk Cegah Penyakit

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)
Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinkes Kaltim Ajak Masyarakat Kurangi Konsumsi Gula, Garam dan Lemak untuk Cegah Penyakit

Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Herdiansyah l Editor: Buniyamin 

SAMARINDA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin mengajak masyarakat mulai mengurangi konsumsi Gula, Garam dan Lemak (GGL) sebagai langkah menjaga kesehatan sekaligus mencegah berbagai penyakit tidak menular.

Menurutnya, pola konsumsi yang tidak terkendali menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian. Konsumsi gula berlebihan berkaitan dengan risiko diabetes, sementara asupan garam yang tinggi dapat memicu hipertensi. 

“Untuk hipertensi sekarang saya sampaikan, kurangi konsumsi GGL, gula, lemak dan garam. Saya juga meminta kepada masyarakat harus rajin berolahraga,” tegas Jaya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG), sejumlah penyakit masih menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan di masyarakat.

Di antaranya hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung. Selain itu, depresi juga menjadi salah satu kondisi kesehatan yang mendapat perhatian di Kaltim.

“Gula menyebabkan kencing manis, kemudian garam menyebabkan hipertensi, lemak menyebabkan gangguan metabolik seperti kolesterol, berarti penyakit jantung dan stroke,” jelasnya.

Ia mengatakan upaya pencegahan penyakit tidak cukup hanya melalui pemeriksaan kesehatan. Perubahan pola hidup dan kebiasaan sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Kini, kata dia, Dinkes Kaltim juga terus mengembangkan pemeriksaan kesehatan secara terintegrasi, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak sekolah hingga masyarakat umum.

"Skrining tersebut dilakukan untuk mendeteksi risiko kesehatan sedini mungkin sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat," katanya. 

Jaya mengimbau masyarakat untuk lebih aktif bergerak dan rutin berolahraga. Menurutnya, kebiasaan hidup sehat yang dibarengi dengan pengaturan pola makan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus menekan risiko penyakit tidak menular.