Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Pergerakan penumpang domestik di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengalami penurunan sekitar 14 persen sepanjang Januari hingga Juli 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah penurunan tersebut, trafik penumpang internasional justru tumbuh sekitar 10 persen. Kondisi ini mendorong pengelola bandara mencari peluang baru, termasuk membuka penerbangan langsung dari China ke Kalimantan Timur (Kaltim).
Ini disampaikan General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar, saat kegiatan Media Gathering PT Angkasa Pura Indonesia di Pondok Tepi Kali, Kilometer (Km) 12, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Kamis (20/8/2026).
Iwan mengatakan, Bandara SAMS Sepinggan memiliki kapasitas hingga 10 juta penumpang per tahun. Tapi jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir masih berada di bawah kapasitas tersebut.
Pada 2024, jumlah penumpang tercatat mencapai 7,4 juta orang. Angka itu kemudian turun menjadi 5,2 juta penumpang pada 2025. Untuk 2026, Angkasa Pura Indonesia menargetkan jumlah penumpang dapat meningkat menjadi sekitar 5,3 juta hingga 5,5 juta orang.
Berdasarkan perkembangan Januari hingga Juli 2026, jumlah pergerakan penumpang domestik justru mengalami kontraksi sekitar 14 persen.
"Kalau kita bandingkan perkembangan dari Januari sampai Juli, jumlah penumpang domestik minus sekitar 14 persen. Tapi berbalik dengan penumpang internasional. Januari sampai Juli, pertumbuhannya sekitar 10 persen dibandingkan 2025," ucap Iwan.
Menurutnya, pergerakan penumpang di Balikpapan sangat dipengaruhi oleh kegiatan, atraksi, dan agenda besar yang digelar di daerah. Karena itu, pihaknya mendorong adanya lebih banyak event di Balikpapan dan Kaltim untuk meningkatkan pergerakan penumpang, baik kedatangan maupun keberangkatan.
Selain itu, peluang penerbangan langsung dari China juga menjadi perhatian. Saat ini, belum ada rute penerbangan langsung yang menghubungkan China dengan Kalimantan.
Iwan mengatakan telah menyampaikan persoalan tersebut kepada kementerian terkait. Salah satu kendalanya adalah pengaturan dalam perjanjian bilateral penerbangan antara Indonesia dan China yang belum memasukkan penerbangan langsung menuju Kalimantan.
"Kami akan mencoba mendorong melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan kementerian terkait agar kemungkinan penerbangan langsung dengan China bisa dibuka," katanya.
Peluang tersebut dinilai cukup besar. Berdasarkan data yang dimiliki pihak bandara, terdapat sekitar 1.000 warga negara China yang berkunjung ke Kalimantan Timur selama periode Januari hingga Juli 2026.
"Potensinya ada. Kalau penerbangan langsung bisa dibuka, tentu dapat mendukung peningkatan pergerakan penumpang, khususnya dari China," ujarnya.
Di sisi lain, Angkasa Pura Indonesia juga berupaya meningkatkan aktivitas di Bandara SAMS Sepinggan dengan membuka ruang bagi berbagai komunitas untuk menggelar kegiatan di area bandara.
Konsep tersebut diarahkan agar bandara tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga menjadi ruang publik yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan.
Sejumlah kegiatan sebelumnya telah digelar di bandara, seperti pertandingan tenis meja dan Hot Wheels Drag Race.
"Kami welcome untuk komunitas yang ingin menyelenggarakan kegiatan di airport. Kita ingin membuat bandara ini lebih hidup dan ramai," ucap Iwan.
Sementara itu, pihak bandara menargetkan pergerakan penumpang harian dapat mencapai 17.000 hingga 18.000 orang.
Saat ini, jumlah pergerakan penumpang masih berada di kisaran 12.000 hingga 14.000 orang per hari dan dapat meningkat pada momentum tertentu, seperti libur panjang.
Iwan juga menyoroti tingginya harga avtur yang dinilai turut memengaruhi harga tiket pesawat.
Menurutnya, komponen bahan bakar dapat menyumbang sekitar 40 persen terhadap harga tiket.
Ia berharap harga avtur dapat kembali stabil sehingga maskapai memiliki ruang untuk menawarkan harga tiket yang lebih terjangkau kepada masyarakat.
"Harapan kita semua harga avtur bisa lebih stabil lagi sehingga harga tiket pesawat juga bisa lebih menarik dan menjadi pilihan masyarakat," pungkasnya.


