Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin
TANJUNG REDEB – Kreativitas warga Kelurahan Karang Ambun dalam mengolah tutup botol bekas menjadi kerajinan mendapat perhatian dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau.
Tak ingin kreativitas tersebut berhenti sebagai kegiatan rumahan, pemerintah daerah mulai memikirkan dukungan agar produksi kerajinan bisa lebih cepat dan aman.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengapresiasi antusiasme warga Karang Ambun yang mampu melihat barang bekas sebagai bahan yang masih memiliki nilai guna.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa limbah rumah tangga dapat dikembangkan menjadi produk kreatif sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi.
Namun di balik kreativitas tersebut masih terdapat kendala pada proses pengerjaannya.
Pembuatan kerajinan dari tutup botol saat ini masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak.
“Kita melihat pengerjaannya masih manual. Karena itu, kita akan mendorong dan mencarikan solusi bagaimana caranya agar proses pengerjaannya bisa lebih cepat,” ujar Eva Yunita.
Menurut Eva, dukungan peralatan menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipikirkan agar warga tidak hanya mampu menghasilkan kerajinan, tetapi juga dapat meningkatkan kapasitas produksinya.
Dengan alat yang sesuai, proses pengolahan bahan hingga menjadi produk kerajinan diharapkan lebih efisien.
Pihaknya juga akan melihat kebutuhan alat yang paling tepat untuk membantu warga Karang Ambun.
Peralatan tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga membuat proses produksi lebih aman bagi masyarakat yang mengerjakannya.
“Kegiatan yang dihadirkan oleh Kelurahan Karang Ambun ini tentu sangat kita apresiasi. Kita akan carikan alat untuk membuat kerajinan seperti itu menjadi lebih cepat dan aman,” katanya.
Eva menilai, kreativitas masyarakat seperti ini perlu terus didorong karena dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai jual.
Diskoperindag Berau pun membuka peluang untuk memberikan pendampingan lebih lanjut, sehingga kerajinan warga tidak hanya berhenti pada kegiatan kreativitas, tetapi dapat berkembang menjadi produk usaha yang memiliki pasar dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengelola barang bekas, kerajinan sederhana dari tutup botol diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu potensi usaha kreatif warga Karang Ambun. (Adv)



