Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Kemunculan serangga kecil yang beterbangan di sejumlah wilayah Kota Balikpapan menjadi perbincangan hangat warganet, Kamis (20/8/2026).
Sejumlah warga mengaku serangga tersebut sangat menganggu, apalagi sampai masuk ke mata, hidung, mulut hingga helm saat berkendara pada pagi ini.
Keluhan itu muncul dari sejumlah wilayah, mulai Batakan, Sepinggan, Klandasan hingga Kilometer 8. Warganet pun membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.
"Lah kok sama di Klandasan juga gitu," tulis akun @alealekecut dalam kolom komentar sebuah unggahan di media sosial.
Pengalaman serupa juga disampaikan akun korek.kayu yang mengaku beberapa kali kelilipan saat berkendara.
"Iya gaes, mataku kelilipan sampai empat kali sepanjang Batakan sampai Kilometer 8," tulisnya.
Kemunculan hewan kecil tersebut sempat memunculkan beragam dugaan. Ada warganet yang menyebutnya sebagai serangga, agas, hingga laron. Sebagian lainnya mengaitkan kemunculannya dengan perubahan cuaca dan musim kemarau.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Alwiati mengaku belum mengetahui secara pasti jenis serangga kecil yang ramai dibicarakan warga tersebut.
Ia meminta agar informasi atau foto serangga tersebut dikirimkan untuk selanjutnya dikonsultasikan kepada petugas yang menangani bidang entomologi.
Meski demikian, setelah melihat unggahan yang beredar di media sosial, Alwiati menyebut hewan kecil tersebut diduga merupakan agas.
Sebelumnya, dalam perbincangan saat dimintai keterangan, Alwiati juga menyebut kemungkinan kemunculan serangga seperti laron dapat terjadi bersamaan dengan perubahan cuaca.
Namun, ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan kaitan kemunculan serangga kecil yang terjadi di Balikpapan dengan kondisi cuaca.
"Kalau perubahan serangga seperti itu, kapan dia mulai muncul, saya tidak terlalu paham. Biasanya kalau ada perubahan cuaca, ya biasanya ada yang muncul," ujarnya.
Dari sisi kesehatan, Alwiati mengatakan serangga kecil tersebut umumnya tidak menimbulkan dampak serius.
Namun warga tetap perlu berhati-hati, terutama saat berkendara karena serangga yang masuk ke mata dapat mengganggu konsentrasi.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak mengucek mata apabila serangga masuk atau menyebabkan kelilipan.
"Jangan mengucek mata, lebih baik langsung mencuci mata dengan air yang bersih. Kalau masih terasa tidak tahan, sebaiknya dibawa ke puskesmas," katanya.
Selain itu, warga yang memiliki alergi terhadap serangga juga diminta lebih waspada.
Menurut Alwiati, reaksi alergi dapat menyebabkan iritasi hingga pembengkakan pada bagian tubuh yang terkena.
"Perlu diperhatikan itu orang yang memiliki alergi terhadap serangga," pungkasnya.


