Batas Negara Tak Putuskan Persaudaraan Murut Nunukan dan Nabawan Malaysia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Bupati Nunukan saat menyambut para tamu dari Daerah Nabawan Malaysia (Foto: Prokopim Nunukan)
Wakil Bupati Nunukan saat menyambut para tamu dari Daerah Nabawan Malaysia (Foto: Prokopim Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Batas Negara Tak Putuskan Persaudaraan Murut Nunukan dan Nabawan Malaysia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Bupati Nunukan saat menyambut para tamu dari Daerah Nabawan Malaysia (Foto: Prokopim Nunukan)
Wakil Bupati Nunukan saat menyambut para tamu dari Daerah Nabawan Malaysia (Foto: Prokopim Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Batas Negara Tak Putuskan Persaudaraan Murut Nunukan dan Nabawan Malaysia

Wakil Bupati Nunukan saat menyambut para tamu dari Daerah Nabawan Malaysia (Foto: Prokopim Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN – Garis batas negara Indonesia dan Malaysia tidak menghapus ikatan kekerabatan masyarakat Murut yang telah terjalin lintas generasi.

Hubungan yang berakar dari sejarah, adat istiadat, budaya dan leluhur yang sama, justru menjadi modal sosial dalam memperkuat persaudaraan masyarakat perbatasan Nunukan dengan Nabawan, Sabah - Malaysia.

Pesan itu mengemuka dalam ramah tamah Pemkab Nunukan bersama rombongan Pemerintah Daerah Nabawan di Lapangan Bola Aji Kuning, Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis.

Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempertemukan para pejabat kedua wilayah dengan masyarakat adat rumpun Murut.

Suasana keakraban terlihat sepanjang kegiatan, memperlihatkan bahwa hubungan sosial masyarakat di kawasan perbatasan telah jauh lebih dahulu terbentuk dibanding batas administratif kedua negara.

Wakil Bupati, Nunukan Hermanus mengatakan kedekatan masyarakat Nunukan dan Nabawan merupakan kekuatan yang dapat menjadi fondasi dalam membangun hubungan yang lebih luas di kawasan perbatasan.

Menurutnya, hubungan kekerabatan, kebudayaan dan sosial yang telah berlangsung secara turun-temurun tidak hanya penting untuk menjaga identitas masyarakat Murut, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan dalam mendorong kerja sama.

“Hubungan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia sesungguhnya telah terjalin sejak dahulu. Hubungan kekeluargaan, kebudayaan, dan sosial menjadi modal yang sangat kuat dalam mempererat persaudaraan kedua negara,” kata Hermanus.

Ia menilai hubungan yang telah terbangun di tingkat masyarakat perlu diikuti dengan kerja sama yang memberikan manfaat konkret.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah ekonomi, terutama dengan semakin terbukanya konektivitas kawasan perbatasan.

Mobilitas masyarakat, menurut dia, harus ditopang dengan layanan lintas batas yang semakin baik. 

Untuk itu, keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang diharapkan dapat memberikan pelayanan pemeriksaan yang tertib, aman dan sesuai dengan ketentuan.

“Kita berharap adanya peningkatan status dan pelayanan pemeriksaan lintas batas, sehingga masyarakat yang melintas dapat memperoleh pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.

Tidak hanya persoalan perlintasan, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas kawasan perbatasan.

Pemkab Nunukan mendorong peningkatan akses, termasuk jalur Mansalong–Labang–Lumbis Hulu yang dinilai strategis bagi mobilitas masyarakat.

Hermanus berharap pembangunan infrastruktur di kedua sisi perbatasan dapat berjalan secara beriringan.

Konektivitas yang semakin baik diyakini mampu memperlancar mobilitas warga, membuka peluang perdagangan, serta memperkuat interaksi sosial masyarakat yang memiliki hubungan kekerabatan.

“Saya meyakini, apabila pemerintah Indonesia dan Malaysia terus membangun komunikasi dan kerja sama yang baik, maka kawasan perbatasan dapat menjadi kawasan yang semakin maju, aman dan sejahtera,” pungkasnya.