Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Sebanyak 1.000 siswa jenjang SMA, SMK, MA dan SLB di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan menerima beasiswa stimulan bertajuk Beasiswa Kutim 2026.
Setiap penerima nantinya akan mendapat bantuan Rp2,5 juta. Total anggaran yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim mencapai Rp2,5 miliar.
Program tersebut disosialisasikan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim kepada kepala sekolah dan perwakilan satuan pendidikan se-Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (20/8/2026).
Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim, Norhadi mengatakan penerima beasiswa berasal dari 63 sekolah yang telah terakomodasi dalam program tersebut. Rinciannya, 26 SMA, 25 SMK, sembilan MA dan tiga SLB, baik negeri maupun swasta.
Menurut Norhadi, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mendorong mereka untuk tetap melanjutkan dan meningkatkan prestasi belajar.
“Bantuan senilai Rp2,5 juta per siswa ini kami harapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memicu semangat belajar para siswa,” ujar Norhadi.
Dalam sosialisasi tersebut, mekanisme pengusulan dan persyaratan penerima juga dipaparkan oleh perwakilan Disdikbud Provinsi Kalimantan Timur, Irfan Guntur.
Irfan menekankan pentingnya ketepatan data dalam proses pengusulan. Siswa yang diusulkan harus memiliki status yang sah serta aktif bersekolah di wilayah Kabupaten Kutim.
“Kami minta pihak sekolah aktif mendampingi para siswanya dalam proses pengusulan agar data yang masuk benar-benar valid,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa informasi mengenai sekolah yang terakomodasi serta mekanisme pengusulan dapat diakses secara terbuka melalui laman yang disediakan.
Dengan alokasi Rp2,5 miliar untuk 1.000 siswa, program Beasiswa Stimulan Siswa Kutim 2026 menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam membantu biaya pendidikan siswa di tingkat menengah hingga pendidikan khusus.
Sebagai informasi sekolah penerima diminta memastikan proses pendataan dan pengusulan dilakukan sesuai ketentuan agar bantuan dapat diterima siswa yang memenuhi persyaratan.


