Permohonan Layanan Pindah Datang Paling Banyak Diajukan Warga Segah, Kebanyakan Berasal dari NTT dan Sulawesi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kantor Disdukcapil Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kantor Disdukcapil Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Permohonan Layanan Pindah Datang Paling Banyak Diajukan Warga Segah, Kebanyakan Berasal dari NTT dan Sulawesi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kantor Disdukcapil Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kantor Disdukcapil Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Permohonan Layanan Pindah Datang Paling Banyak Diajukan Warga Segah, Kebanyakan Berasal dari NTT dan Sulawesi 

Kantor Disdukcapil Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Kecamatan Segah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau. 

Tingginya permohonan administrasi kependudukan dalam layanan jemput bola menunjukkan adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di wilayah tersebut.

Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengungkapkan, dalam pelayanan yang digelar di Kecamatan Segah, permohonan perpindahan penduduk menjadi salah satu layanan yang paling banyak diajukan masyarakat. Mayoritas pemohon merupakan warga yang sebelumnya berdomisili di luar Berau.

“Kebanyakan itu pindah datang dari luar daerah, seperti Sulawesi dan NTT,” ujar David.

Temuan tersebut menjadi perhatian Disdukcapil untuk melihat pola kependudukan di setiap wilayah. Segah dinilai memiliki karakteristik berbeda karena menjadi salah satu kecamatan yang cukup banyak menerima pendatang dari berbagai daerah.

Tak hanya mengurus dokumen pindah datang, pelayanan jemput bola juga menyasar warga yang mengalami keterbatasan untuk mendatangi lokasi pelayanan. Salah satunya warga lanjut usia di Kampung Tepian Buah yang mengalami kelumpuhan.

Untuk memastikan warga tersebut tetap mendapatkan hak pelayanan administrasi kependudukan, petugas Disdukcapil bersama Camat Segah mendatangi langsung kediamannya. Perekaman KTP elektronik dilakukan di rumah hingga seluruh proses administrasi yang diperlukan dapat diselesaikan.

David mengatakan, pola pelayanan seperti ini akan terus dikembangkan. Disdukcapil Berau berencana memetakan kecamatan yang memiliki jumlah pendatang tinggi sekaligus wilayah dengan tingkat kepemilikan atau perekaman dokumen kependudukan yang masih rendah.

“Melihat jumlah pendatang di Segah yang cukup tinggi, kami akan mendorong pelayanan jemput bola di wilayah tersebut. Ke depan, sembilan kecamatan akan kami monitor untuk melihat daerah mana yang membutuhkan pelayanan lebih intensif,” katanya.

Menurutnya, pemetaan tersebut penting agar pelayanan jemput bola tidak hanya dilakukan secara merata, tetapi benar-benar diarahkan ke wilayah yang memiliki kebutuhan paling tinggi. Dengan begitu, masyarakat yang terkendala jarak, kondisi fisik maupun akses pelayanan tetap dapat memperoleh dokumen kependudukan.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya Disdukcapil memastikan perubahan komposisi penduduk akibat arus perpindahan dari luar daerah dapat diikuti dengan tertib administrasi kependudukan di Kabupaten Berau.