Kabut Asap Mulai Mengancam akibat Karhutla, Wabup Berau Bersama Pemuda Turun ke Jalan Bagikan Masker

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pembagian masker kepada masyarakat yang berada di kawasan Tepian Teratai. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Pembagian masker kepada masyarakat yang berada di kawasan Tepian Teratai. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kabut Asap Mulai Mengancam akibat Karhutla, Wabup Berau Bersama Pemuda Turun ke Jalan Bagikan Masker

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pembagian masker kepada masyarakat yang berada di kawasan Tepian Teratai. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Pembagian masker kepada masyarakat yang berada di kawasan Tepian Teratai. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kabut Asap Mulai Mengancam akibat Karhutla, Wabup Berau Bersama Pemuda Turun ke Jalan Bagikan Masker

Pembagian masker kepada masyarakat yang berada di kawasan Tepian Teratai. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Kepedulian terhadap masyarakat di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai ditunjukkan dengan aksi sederhana namun berdampak langsung. 

Sejumlah anak muda bersama Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, turun ke kawasan Tepian Teratai, Kamis (20/8/2026), membagikan masker kepada warga yang beraktivitas di ruang terbuka.

Aksi tersebut bukan sekadar pembagian masker. Di tengah kondisi udara yang berpotensi menurun akibat asap karhutla, keterlibatan anak muda menjadi pesan bahwa penanganan dampak bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat.

Warga yang melintas di kawasan Tepian Teratai mendapatkan masker sekaligus imbauan untuk lebih memperhatikan kesehatan selama kualitas udara belum sepenuhnya aman. Masyarakat diminta menggunakan masker ketika berada di luar rumah, terutama saat kondisi udara mulai dipenuhi asap.

Gamalis, mengapresiasi keterlibatan para pemuda dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi sosial seperti ini menjadi bentuk kepedulian nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya di tengah situasi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Selain memakai masker, kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, menutup pintu dan jendela saat asap masuk, serta memperbanyak minum air putih,” katanya.

Kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lanjut usia dan ibu hamil, juga diminta mendapat perhatian lebih. Begitu pula masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan, sehingga paparan asap dapat diminimalkan selama kondisi udara belum membaik.

Di sisi lain, upaya mengatasi sumber persoalan terus dilakukan. Tim gabungan yang melibatkan BPBD, Damkar, TNI, Polri, pemerintah kecamatan hingga kelurahan masih bergerak melakukan penanganan di sejumlah titik karhutla. Pemadaman menjadi prioritas, terutama ketika titik api mulai mendekati kawasan permukiman.

“Peran masyarakat sangat penting. Pembagian masker ini menjadi langkah kecil untuk melindungi warga sekaligus menunjukkan kepedulian bersama,” katanya.

Di tengah ancaman asap, pesan yang dibawa dari Tepian Teratai cukup sederhana: menjaga kesehatan bukan hanya soal menunggu kondisi membaik, tetapi dimulai dari langkah perlindungan diri dan kepedulian bersama.