Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Tak pernah terbayang di benak Andre Kawaru, warga Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, perjalanan pertamanya keluar Kalimantan justru membawanya ke Istana Merdeka.
Bukan sekadar berlibur, Andre mendapat kesempatan menjadi satu dari delapan penerima manfaat program pemerintah yang dihadirkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.
Lebih istimewa lagi, perjalanan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menaiki pesawat sekaligus pertama kalinya menginjakkan kaki di luar Pulau Kalimantan.
Andre mengaku awalnya tidak pernah menyangka bisa sampai ke Jakarta. Semua bermula ketika Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan kunjungan ke Samarinda.
Saat itu, rombongan kementerian hendak membuat panggung di depan rumah Andre untuk melakukan sesi tanya jawab terkait rumah subsidi. Andre yang tinggal di kawasan perumahan subsidi sekaligus berjualan kelinci kemudian diperkenalkan oleh pihak pengembang.
Ia pun diminta mengikuti proses pembuatan video untuk kebutuhan dokumentasi.
“Awalnya bikin video dari Kementerian PKP. Bikin video, cuma buat syuting-syuting saja. Kayak wawancara,” kata Andre saat ditemui di rumahnya, Jumat (21/8/2026).
Namun, proses tersebut ternyata menjadi awal dari perjalanan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Andre kemudian terpilih menjadi salah satu dari delapan orang yang mewakili penerima manfaat sejumlah program pemerintah. Ia mewakili penerima manfaat program perumahan subsidi.
Delapan orang tersebut berasal dari berbagai program dan daerah, di antaranya penerima manfaat Sekolah Rakyat, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pupuk hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Andre mengatakan, kehadiran mereka di Jakarta merupakan bagian dari kejutan yang dipersiapkan untuk Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, para penerima manfaat tersebut disebut tidak mengetahui secara pasti tujuan kehadiran mereka hingga berada di lokasi.
Andre juga mengaku baru mengetahui bahwa kehadiran mereka sengaja dirahasiakan agar menjadi kejutan bagi Presiden.
“Kita juga baru tahu. Ternyata Pak Presiden juga nggak tahu kalau kami ada dan datang, sebagai contoh penerima manfaat,” ujarnya.
Sebelum menghadiri rangkaian acara kenegaraan, Andre bersama rombongan menjalani sejumlah agenda. Mereka mengikuti gladi bersih di DPR RI, kemudian menghadiri rangkaian kegiatan di Jakarta hingga akhirnya menjadi bagian dari acara di Istana Merdeka.
Perjalanan tersebut berlangsung selama enam hari. Andre berangkat pada 12 Agustus dan kembali ke Samarinda pada 18 Agustus.
Selama berada di Jakarta, ia juga mendapat kesempatan mengunjungi sejumlah tempat, di antaranya Taman Mini Indonesia Indah dan Monumen Nasional (Monas).
Namun, pengalaman paling berkesan bagi Andre tetap ketika pertama kali memasuki kompleks DPR RI dan Istana Merdeka.
“Senang sudah pasti. Nggak kepikiran bisa masuk gedung DPR. Itu pun harus pakai undangan. Sama ke Istana, itu nggak bisa digambarkan dengan kata-kata,” tuturnya.
Bagi Andre, kesempatan tersebut bahkan terasa seperti memenangkan undian.
Ia juga sempat bertemu dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, yang disebut menjadi salah satu pihak yang menginisiasi kehadiran delapan penerima manfaat tersebut. Namun, Andre mengaku tidak sempat berbincang langsung dengan Presiden Prabowo.
Andre menyebut pengalaman itu menjadi sesuatu yang sulit dilupakan. Sebelum berangkat, ia hanya seorang warga Samarinda yang menjalani aktivitas sehari-hari di kawasan rumah subsidi tempat tinggalnya.
Kini, perjalanan pertamanya naik pesawat sekaligus keluar dari Kalimantan justru mengantarkannya berdiri di hadapan rangkaian kegiatan kenegaraan di Jakarta.
“Seumur hidup baru itu pertama kalinya naik pesawat. Baru pertama kali juga keluar dari Kalimantan, ibaratnya kayak menang lotre,” ujar Andre.


