Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan berpotensi terdampak keterlambatan penerbangan akibat kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Kalimantan.
Karhutla dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, dengan titik terdampak antara lain Palangka Raya dan Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah (Kalteng), Banjarbaru dan Banjarmasin di Kalimantan Selatan (Kalsel), serta sebagian wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Kabut asap juga mulai mengancam Kabupaten Berau, Kaltim. Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai membagikan masker kepada masyarakat.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar mengatakan sejauh ini operasional penerbangan di Balikpapan belum terdampak langsung oleh kabut asap.
Namun, dampak Karhutla di bandara lain berpotensi menyebabkan keterlambatan penerbangan yang terhubung dengan Balikpapan.
Menurutnya, hingga saat ini terdapat tiga bandara di Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia yang sempat terdampak penurunan jarak pandang atau visibilitas, yakni Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
"Informasi terakhir, yang sudah terdampak visibilitas atau jarak pandang itu ada di Regional VI, ada tiga bandara, yaitu Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin. Itu pun terjadinya di pagi hari. Setelah pukul 09.00 (Kemarin, Red), jarak pandang kembali normal," ucap Iwan, Jumat (21/8/2026).
Ia mengatakan, gangguan penerbangan di sejumlah bandara tersebut dapat berdampak terhadap jadwal penerbangan dari dan menuju Balikpapan.
"Balikpapan pastinya akan terdampak akibat delay di Banjarmasin, Palangka Raya dan sebagainya. Kalau sampai saat ini, khusus di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, kami masih belum ada dampak terkait karhutla," katanya.
Iwan menegaskan, jarak pandang di Bandara SAMS Sepinggan hingga kini masih berada di atas batas minimum visibilitas sehingga belum mengganggu aktivitas penerbangan dari dan menuju Balikpapan.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengantisipasi kemungkinan dampak karhutla terhadap penerbangan.
"Kami yakin Forkopimda sudah menyiapkan langkah-langkah strategis apabila nantinya dampak ini dirasakan masyarakat, khususnya terhadap penerbangan," ujarnya.
Ia berharap berbagai langkah mitigasi, termasuk kemungkinan rekayasa cuaca, dapat membantu mengurangi dampak musim kemarau dan kabut asap akibat karhutla.
Sementara terkait ancaman karhutla di sekitar kawasan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya kebakaran yang berpotensi mengganggu operasional bandara.
"Belum ada. Khusus untuk Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, setahu saya belum ada," katanya.
Menurutnya, kondisi geografis kawasan bandara turut membantu mengurangi risiko gangguan asap akibat karhutla.
Salah satunya karena arah landasan pacu terhubung dengan kawasan laut lepas, sementara lingkungan sekitar bandara bukan merupakan kawasan pembukaan lahan maupun ladang.
"Runway kita terbantu dengan adanya arah ke laut lepas. Kemudian, penduduk di sekitar Bandara SAMS Sepinggan juga bukan kawasan ladang atau pembukaan lahan. Faktor itu cukup membantu terkait ancaman karhutla," pungkasnya.


