Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Tumpukan sedimen sisa pembangunan turap di wilayah Bontang Kuala dikhawatirkan mengganggu fungsi sungai dan meningkatkan risiko genangan di kawasan permukiman.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib.
Sahib meminta pemerintah daerah dan kontraktor tidak mengabaikan kondisi sungai selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, material berupa tanah dan lumpur hasil galian yang masuk dan menumpuk di badan sungai dapat mempersempit kapasitas aliran air.
“Normalisasi sungai harus dilakukan, jangan sampai pembangunan turap ini justru menimbulkan masalah baru,” ujar Sahib, Jumat (21/8/2026).
Ia menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani mengingat Bontang Kuala merupakan kawasan yang memiliki kerentanan terhadap banjir, baik akibat air laut pasang maupun limpasan air saat curah hujan tinggi.
Sahib mengatakan, pendangkalan sungai dapat membuat aliran air tidak berjalan optimal. Jika kondisi tersebut dibiarkan, air berpotensi meluap hingga ke badan jalan dan kawasan permukiman ketika debit meningkat.
“Jika debit air meningkat tiba-tiba, kapasitas sungai yang menyempit akibat pendangkalan dipastikan tidak akan mampu menampung air dengan baik,” paparnya.
Ia juga mengingatkan agar proses pembersihan sedimen dilakukan secara terukur. Penanganan yang tidak tepat justru berpotensi membuat material kembali masuk ke sungai dan memperburuk kondisi.
Terlebih, tanah bekas galian yang dibiarkan terbuka berisiko terbawa aliran air saat hujan deras. Karena itu, pembersihan material sisa pembangunan dinilai perlu menjadi bagian dari penyelesaian pekerjaan proyek.
Sahib berharap kontraktor bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bontang segera melakukan pembersihan dan normalisasi pada bagian sungai yang terdampak.
“Setiap proyek pembangunan harus dilakukan dengan baik, mulai dari tahapan perencanaan hingga pembersihan sisa material. Jangan sampai pembangunan infrastruktur malah menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat,” tegasnya. (Adv)



